Polisi Tembak Mati Jaringan Narkoba di Tanjung Balai

Polisi Tembak Mati Jaringan Narkoba di Tanjung Balai

- detikNews
Senin, 15 Okt 2012 20:02 WIB
Polisi Tembak Mati Jaringan Narkoba di Tanjung Balai
Jakarta -

Aparat Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkoba di Teluk Nibung, Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. Salah satu tersangka ditembak mati petugas karena berupaya melawan petugas.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Arman Depari saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan jaringan tersebut. Arman mengatakan, para pelaku menyelundupkan narkotika jenis sabu melalui jalur laut.

"Modus tersangka menyelundupkan sabu dengan menggunakan kapal Atlantik Ocean melalui perairan Tanjung Balai," kata Arman melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (15/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan Arman, saabu tersebut dikirim dari Port Klang, Malaysia. Barang haram itu kemudian diselundupkan ke Indonesia melalui perairan Tanjung Balai.

"Barangnya mau diedarkan ke mana masih didalami," kata Arman.

Dalam pengungkapan itu, polisi berhasil menangkap delapan tersangka, satu di antaranya ditembak mati. Mereka adalah Andi, Yusuf, Dedi Junaidi alias Ahai (ditembak mati), Budianto, Ponirin (ABK) Mas’udi, Rasito (kapten kapal) dan Ali alias Hartono yang merupakan pemilik barang tersebut.

"Yang bersangkutan ini memesan barang dari tersangka Aseng, WN Malaysia," katanya.

Polisi terpaksa menembak Ahai karena berupaya melarikan diri dan merebut senjata petugas. Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan oleh Ahai.

"Anggota berusaha melumpuhkan namun melawan dan dilakukan tembakan yang terarah. Namun tersangka meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit sementara anggota terluka saat bergelut dengan tersangka," jelas Arman.

Dalam pengungkapan itu polisi juga menyita 5 kilogram sabu dan sepucuk senjata api. Menurut keterangan tersangka kepada petugas, mereka memesan narkotika tersebut sebanyak 3 kali dalam 1 minggu.

"Dan itu dilakukan dengan modus yang sama," imbuh Arman.

(/)


Berita Terkait