Downer Ragu Ancaman Via SMS Perlu Ditanggapi Serius

Downer Ragu Ancaman Via SMS Perlu Ditanggapi Serius

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 15:51 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri Alexander Downer memang mengungkapkan adanya ancaman lewat pesan layanan singkat (SMS) sebelum peledakan bom di depan Kedubes Australia. Namun Downer tidak yakin apakah ancaman itu perlu ditanggapi serius."Saya tidak yakin apakah kita harus memberi banyak perhatian atau penekanan terhadap begitu banyak informasi yang beredar. Itu mungkin tidak ada hubungan sama sekali," kata Downer usai bertemu Kapolri Jenderal Da'i Bactiar di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (10/9/2004).Downer, yang dalam pertemuan ini didampingi Kepala Australian Federal Police (AFP) Mick Keelty, menjelaskan ancaman lewat SMS itu diterima seorang anggota Brimob Polri sekitar 45 menit sebelum peledakan."Kita diberitahu bahwa seseorang di Brimob menerima SMS 45 menit sebelum pengeboman yang mengancam akan terjadi serangan teroris di kedutaan-kedutaan barat jika Abu Bakar Ba'ayir tidak dibebaskan," jelasnya.Lalu ditambahkan, "Saya tidak tahu apakah ini seharusnya ditanggapi dengan serius, apakah ini bisa jadi satu petunjuk atau salah satu dari sejumlah bukti untuk disaring dan kemudian dipertimbangkan oleh kepolisian Indonesia."Namun dalam kesempatan itu Downer juga memastikan bahwa dalam rangkaian pengeboman Bali, Marriott, dan Kedubes Australia ada cap Jamaah Islamiyah di baliknya. Tapi hal tersebut harus didalami lebih lanjut. (gtp/)


Berita Terkait