Downer: Sebelum Bom Meledak Ada SMS Minta Ba'asyir Dibebaskan

Downer: Sebelum Bom Meledak Ada SMS Minta Ba'asyir Dibebaskan

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 15:36 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengungkapkan, 45 menit sebelum meledak Polri menerima ancaman bom lewat SMS. SMS itu berisi agar Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan."45 menit sebelum bom meledak sekitar pukul 09.40 WIB. Anggota Brimbo menerima sms. Saya mengetahui hal ini dari pejabat Polri saat bertemu kemarin," kata Alexander Downer dalam jumpa persnya di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2004).Menurut Downer, SMS itu berisi akan ada serangan di kedutaan besar negara-negara barat kalau Abu Bakar Ba'asyir tidak dibebaskan.Downer menyatakan, peristiwa bom di Kedubes Australia mirip dengan peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Bali." Kesamaan itu dilihat dari ditemukannya potongan bom yang sama yang ditemukan di lokasi bom Marriott," katanya.Begitu juga dengan bahan-bahan peledaknya, kata Downer, ditemukan juga bahan-bahan yang sama dari high explosive. Tidak hanya itu modus operasi peledakan juga sama.Soal isu pendeportasian WNI di Australia, Downer menyatakan, isu tersebut tidak benar. "Saya tidak tahu sipa yag pertama kali yang membuat isu itu. Tapi itu tidak benar," tegasnya.Australia, kata Downer, menghargai langkah yang dilakukan oleh polisi.Soal korban, kata Downer, dua korban yakni satpam dan tukang kebun itu bukan pegawai kedutaan besar Australia. "Kita bersimpati terhadap korban. Dua korban yakni satpam dan tukang kebun adalah karyawan perusahaan yang disewa Kedubes Australia. Kita berharap perusahaan itu membantu, tapi kalau Kedubes diminta membentu kami siap," tandasnya. (mar/)


Berita Terkait