Kenali Jenazah, Keluarga Martinus Sitania Datangi RS Polri
Jumat, 10 Sep 2004 15:15 WIB
Jakarta - Upaya mencari anggota keluarga yang jadi korban pemboman terus dilakukan. Setelah sibuk mencari di berbagai rumah sakit, keluarga Martinus Sitania (28) Jumat (10/9/2004) siang ini mendatangi Rumah Sakit Kepolisian Pusat dokter Soekanto (RS Polri) untuk mengenali jenazah yang belum teridentifikasi.Martinus Sitania, karyawan CV Tirta Agung yang saat kejadian sedang melakukan penagihan di Sentra Mulia, gedung yang berdekatan dengan lokasi ledakan di depan Kedubes Australia, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga kini belum diketahui keberadaannya.Martinus berangkat dari rumahnya di kampung Bojong Lio RT.03 RW.20 No.21 Abadi Jaya, Depok, sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (9/9/2004) kemarin. Hingga kini keberadaan Martinus belum diketahui.Dalam upaya mencari Martinus pihak keluaraga telah berkeliling ke berbagai rumah sakit yang menangani korban peledakan bom. Mereka, antara lain, sudah mengecek keberadaan Martinus di RSCM dan RS MMC. Tapi, hasilnya nihil.Akhirnya, pencarian keluarga Martinus sampai ke RS Polri. Di rumah sakit ada tiga jenazah korban pemboman, dan baru satu yang diidentifikasi sebagai Suyatno. Dua jenazah lain, dalam keadaan hancur dan berupa potongan tubuh, belum teridentifikasi.Menurut seorang anggota forensik Polri, keluarga Martinus mengaku sudah ada kecocokan ciri-ciri dari salah satu jenazah dengan Martinus. Hal ini dilihat dari cincin yang dipakai dan tas berisi kwitansi tagihan. Namun untuk kepastiannya, menurut petugas yang keberatan disebut namanya itu, dilakukan metode ilimiah berupa pencocokan DNA, golongan darah, dan gigi. Dalam rangka proses identifkasi ini ayah Martinus, Yakup Sitania, telah diambil darahnya.
(gtp/)











































