Filipina: Pertukaran Intelijen Perlu Ditingkatkan
Jumat, 10 Sep 2004 15:10 WIB
Jakarta - Serangan bom di depan Kedubes Australia di Jakarta menunjukkan perlunya untuk meningkatkan pertukaran intelijen dan informasi di seluruh Asia Tenggara. Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo.Dikatakan Ignacio Bunye, juru bicara Filipina tersebut, meski belakangan ada beberapa kemenangan melawan teroris, namun pengeboman tersebut jelas menunjukkan bahwa tantangan kini semakin berat."Perlu untuk lebih memperkuat pertukaran intelijen dan informasi di seluruh kawasan regional kita," tukas Bunye seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/9/2004).Pejabat tinggi Filipina itu juga mengecam tragedi yang menewaskan sedikitnya 9 orang dan melukai ratusan lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta kemarin. Bunye mengatakan, pemerintah Filipina menyampaikan "simpati paling mendalam" untuk para korban dan keluarga mereka.
(ita/)











































