Gedung Siemens Diancam Bom 3 Kali
Jumat, 10 Sep 2004 14:37 WIB
Jakarta - Ancaman bom kembali muncul sehari setelah insiden bom Kedubes Australia, Jumat (10/9/2004). Korbannya adalah kantor pusat PT.Siemens Indonesia yang terletak di Jl.MT Haryono, Jaksel. Ancaman itu datang hingga 3 kali.Menurut Kepala Keamanan PT.Siemens Indonesia, M.Ali, ancaman pertama datang pukul 06.15 WIB diterima oleh petugas keamanan bernama Sugiarto. Pengancamnya bersuara perempuan.Dari id caller, diperkirakan pengancam berada di Jakarta Timur karena kepala nomor teleponnya adalah angka 8. Pengancam itu menyatakan,"Kami akan meledakkan Gedung Siemens hari ini." Ketika nomor itu dihubungi balik, terdengar nada sibuk."Jadi kemungkinan pengancam menelepon dari wartel," kata M.Ali pada detikcom. Ancaman ini tidak ditanggapi serius.Ancaman kedua muncul pada 08.35 WIB, diangkt resepsionis bernama Ani. Penelepon bersuara laki-laki, bersuara berat dengan dialek Arab yang dibuat-buat. Ani mengaku cukup paham dialek Arab. "Kami akan meledakkan gedung Giemens waktu ashar. Keluarkan orang Indonesia dan umat Muslim,"begitu bunyi ancaman itu. Telepon langsung ditutup.Ancaman ketiga terjadi pukul 10.00 WIB, diduga dilakukan oleh pria yang sama. Bunyi ancamannya, "Kami akan meratakan gedung ini, kami telah meletakkan bom di salah satu pot."Sejak ancaman kedua, pihak Siemens telah menghubungi Polsek Pancoran, lalu diteruskan ke Polda. Sebanyak 15 anggota Gegana segera datang untuk melakukan penyisiran.Tidak ada proses evakuasi yang terjadi. "Semua karyawan diimbau tetap tenang. Ancaman itu kami tanggapi dengan serius, tapi tidak overacting. Karena sebagian besar teror bom lewat telepon selama ini tidak terbukti, hanya untuk menakut-nakuti," urai M.Ali. Saat ini lokasi dinyatakan bersih.Pada Kamis kemarin, pasca ledakan, sebanyak 4 gedung mendapat ancaman bom dan semuanya setelah disisir, hasilnya nihil.
(nrl/)











































