Yayasan Kecil Bernyali Besar

Heboh Mega Kuis Rp 14 M (1)

Yayasan Kecil Bernyali Besar

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 14:31 WIB
Jakarta - Ignatius Iryanto, atau biasa disapa Ignas Iryanto, Direktur Yayasan Investigasi, Mediasi dan Monitoring (YIMM) tak pernah membayangkan namanya akan melejit dan dicari banyak wartawan. Selama beberapa hari terakhir ia sibuk melayani pemburu berita, dan membantah tudingan dari berbagai pihak, termasuk Panwaslu yang mencurigai adanya kampanye terselubung yang dilakukan oleh YIMM.Gara-gara iklan Sayembara Tabungan Pendidikan dimuat di puluhan media, kantornya di Jalan Tangkas Baru nomor 26B, Karet Kuningan-Semanggi, Jakarta Pusat tiba-tiba menjadi terkenal. Padahal sebelumnya jalan di kompek Perhutani ini tak ada yang tahu. Untuk menuju kantor YIMM saja, bagi yang belum betul kawasan ini susah. Jalan masuknya melalui jalan Gatot Subroto, tepatnya sebelum gedung Jamsostek. Di mulut jalan, sekumpulan tukang ojek siap mengantar ke kantor YIMM yang berjarak sekitar 200 meter dari Jl Gatot Subroto itu.Begitu masuk ke komplek jalan Tangkas, orang akan mudah mencari kantor YIMM. Tepat di belakang Hotel Kartika Chandra, terdapat sebuah rumah mungil, layaknya sebuah kantor LSM biasa. Kantor itu menyelip di antara bangunan perumahan dan perkantoran, di belakang gedung-gedung tinggi. Ketika detikcom hari Rabu (8/9/2004) kembali bertandang ke kantor YIMM, rumah bercat putih tersebut tampak sepi. Pintunya tertutup rapat, pagar juga tertutup, namun tidak dikunci. Di halaman rumah terpampang papan nama YIMM dan The Center for East Indonesia Affairs (CEIA). Toh, meski plang namanya dua buah, rumah berlantai dua tetap sepi, tak ada tanda-tanda kegiatan kantor sama sekali.Setelah ditunggu lama, hanya seorang anak muda bercelana pendek membukakan pintu. Itulah satu-satunya yang menjaga kantor tersebut. "Seluruh staf lagi seminar di Hotel Hyatt, mas. Gak ada orang yang ada di kantor," katanya.Suasana di kantor berlantai 2 sangat lengang. Tak ada satupun orang kecuali penjaga rumah. Di ruangan depan, yang menjadi ruangan terluas, hanya terdapat dua meja, sebuah rak koran dan meja tamu. Kertas-kertas berserakan, termasuk Tabloid Indonesia Sukses. Tak ada kesibukan, tak ada suasana laiknya kantor umumnya. Dua buah komputer yang terdapat di atas meja tak hidup. Di pojok ruangan, tumpukan kardus-kardus tabloid Indonesia Sukses, berisi sayembara tabungan pendidikan yang diributkan media massa belakangan ini. Di lantai dua terdapat sebuah meja rapat. Beberapa kertas juga berserakan, tak ada tanda-tanda yang menarik dari ruangan lantai dua, karena sepi. Tak ada meja kantor. Seperti halnya di ruangan bawah, banyak kardus-kardus masih belum dibuka, bertuliskan 200 eksemplar. Sepi, tak ada yang menarik dari kantor tersebut. Hanya yang menyedot perhatian publik adalah lembaran-lembaran koran Indonesia Sukses, yang juga menjadi iklan satu halaman yang dipasang di pelbagai media nasional edisi 6 September lalu. Isinya cukup menggiurkan, apalagi di tengah-tengah orang yang sedang masuk sekolah, yakni adanya iming-iming kuis berhadiah tabungan pendidikan senilai Rp 14,1 miliar. Jumlah yang cukup banyak. Mungkin kuis itu tak ramai jika tak menurunkan berbagai data statistik dengan judul "Mega Fakta". Selain itu, isi tabloid juga dimuat dalam iklan berbagai media lokal maupun nasiopnal. Isinya berupa pemaparan berbagai kesuksesan pemerintahan di bawah kendali Presiden Megawati Soekarnoputri. Diawalidengan paparan keberhasilan pemerintahan pada saat ini dalam bidang politik, keamanan dan hukum, kemudian ditambah dengan statistik ekonomi terkait dengan soal peningkatan pajak, dan sektor-sektor lain. Judul kecil yang ada hanya kata-kata kenaikan spektakuler, peningkatan pesat di bidang BUMN (Badan Usaha Milik Negara), penurunan utang, kenaikan sektor rill, kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) dan lain-lain yang disampaikan melalui pemaparan dan tabel-tabel.Terus di bawahnya, terdapat formulir pertanyaan. Ada tujuh pertanyaan, yang mengulang seputar kesuksesan Megawati. Isinya seputar keberhasilan, kehebatan dan bagaimana spektakulernya pemerintah dalam pemulihan ekonomi pasca krisis 1998. Selanjutnya keterangan pengiriman sayembara tabungan pendidikan ditujukan ke PO Box 02 Jakarta 1000. Pengiriman tanpa perangko, ditambah petunjuk cara melipat kuis. Selain itu, masih ada pengisian data pengirim secara lengkap, dan tambahan bahwa peserta yang boleh ikut pelajar, mahasiswa dan umum.Anehnya, tertulis batas akhir pengiriman tertulis paling lambat tanggal 18 September 2004, dua hari menjelang pemilu presiden. Sehingga jelas, jika dilihat masa beredarnya hanya 12 hari, atau kurang dari dua minggu. Tak ada keterangan lain soal YIMM ini dalam koran-koran yang menerbitkannya. Namun dalam Tabloid yang diterbitkan YIMM, di pojok terdapat kolom kecil nama-nama BUMN pendukung program ini. Meski kecil, cukup terbaca jelas BUMN itu, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bukit Asam, BTN, Indosat, Pertamina, Semen Gresik, Indosat, Kertas Leces, Bio Farma, Gas Negara, Telkom, PT PLN, Pos Indonesia, PG dan PNRI.Total hadiah yang disediakan senilai Rp 14,1 M untuk 1.596 pemenang. Dengan perincian, 96 orang akan diambil menjadi pemenang dari 32 propinsi dengan mendapatkan hadiah masing-masing Rp 100 juta. Dan hadiah tambahan kepada 1500 pemenang tabungan pendidikan masing-masing 3 juta. Luar biasa menggiurkan, dengan cara yang mudah dapat Rp 100 juta. Namun ketika detikcom datang ke kantornya, tiga hari setelah pemasangan iklan, belum ada satupun yang mengembalikan. Sedangkan alamat di PO Box belum dilihat, apakah sudah ada yang mengirim atau belum. Yang pasti, pihak panitia sudah memberikan pengumuman ke-30 media di tanah air. "Mungkin masih numpuk di kantor pos," kata seorang staf YIMM.Dari kantor itulah, kerja besar dirancang oleh Ignatius Iryanto dan kawan-kawan. Alumni Jerman ini menggagas sebuah kuis pendidikan, memperebutkan duit sebanyak Rp 14,1 miliar, dengan persyaratan gampang diikuti dan jawaban sudah tersedia, jika membaca artikel sebelumnya.Waktu yang ditarget hanya 12 hari, dengan taget sebelum pemilu kuis sudah terkumpul dari peserta se-Indonesia. Dan menurut rencana tanggal 28 September akan diumumkan pemenangnya. Dan yang tak kalah menarikadalah dugaan iklan terselubung dan kemungkinan pengerahan BUMN untuk memberikan sumbangan ke YIMM. (tbs/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads