Lulus Latihan Teror, 100 Polisi Jateng Langsung Beraksi
Jumat, 10 Sep 2004 14:06 WIB
Semarang - Ini bukan mengikuti pepatah sedia payung sebelum hujan, tapi jelas kebetulan semata. Sehari setelah insiden bom Kedubes Australia terjadi, 100 personel Polda Jateng telah menyelesaikan pelatihan Anti Teror dan Bom selama 2 minggu. Tak ayal lagi, mereka pun langsung diterjunkan.Ke-100 personel yang dinamakan Unit Khusus Anti Teror dan Bom Polda Jateng itu akan disebar di 35 daerah di Jateng. Satu orang akan menempati Polwil, sedangkan 3 orang berada di Polwiltabes. Jumlah itu masih ditambah dengan intel-intel yang juga telah disebar."Pengamanan kita lipat gandakan. Ini perintah langsung dari Kapolri. Sebetulnya tidak hanya pasca ledakan bom di Kuningan, tapi sebelumnya sudah dilaksanakan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Chareul Rasjid usai menutup Pelatihan Anti Teror dan Bom di Lapangan Platina (Pusat Pelatihan Anti Teror Indonesia) Akpol Semarang, Jl. Sultan Agung, Jum'at (10/9/2004).Chaerul mengatakan, dia optimis personel yang telah lulus pelatihan itu bisa memraktikkan ilmunya di lapangan. Pasalnya, personel yang berasal dari Resmob (Reserse Mobil) itu dilatih dengan materi-materi khusus. Misalnya, menembak di atas roda dua, roda empat, menembak benda bergerak, dan juga materi-materi identifikasi tindak terorisme.Chaerul menambahkan, meski Jateng termasuk daerah rawan, pihaknya belum bisa mengidentifikasi kemungkinan adanya pelaku yang lari ke daerahnya. Karena penyelidikan Mabes Polri masih berjalan. Belum ada satu pun kesimpulan yang terkait dengan Jateng."Memang ada daerah-daerah yang khusus. Tapi kita perlakukan sama. Kita memandang setiap daerah punya kekhasan tersendiri. Sehingga penangannya pun harus khas," terangnya.Ketika ditanya soal dugaan bahwa bahan baku yang dipakai pelaku bom Kedubes Australia itu berasal dari Semarang, Chaerul kembali membantahnya. "Itu belum jelas. Kan hanya kabar. Penyelidikan masih berlangsung," katanya.Berkembangnya isu bahwa bahan baku bom Kedubes Australia itu berasal dari Semarang terkait dengan ucapan salah satu terpidana Luluk yang menyatakan sebagian bahan baku peledakan dan detonator dibawa ke Jakarta. Pernyataan itu diucapkan ketika ia menerima vonis PN Semarang beberapa bulan lalu.Dalam acara penutupan itu, 100 personel Anti Teror memeragakan kebolehannya di depan petinggi Polda Jateng. Mereka beraksi menangani perampokan bank, menembak dari roda dua dan empat, dan penangkapan pelaku kejahatan di perkampungan. Beberapa saat setelah ke-100 personel menyelesaikan peragaan, Chaerul juga sempat unjuk kebolehan. Ia menguji cara menembak dari atas roda dua. Dua dari tiga objek tembak berhasil ia sikat. "Ternyata susah juga. Kalau lulusan pelatihan berhasil menembak dengan baik, berarti keahlian mereka memang bertambah," ujarnya.
(nrl/)











































