Hal tersebut disampaikan anggota Partai NasDem, Jeffrie Geovanie kepada wartawan usai mengisi acara dialog di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
"NasDem bersikap tidak menentukan capres terburu-buru, tidak akan mengusung siapapun hari ini tetapi setelah pemilu legislatif baru kami akan tentukan siapa capres dari NasDem dan karena itu memang 2014 merupakan momentum lahirnya pemimpin baru," kata Jeffrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meyakini apalagi melihat fenomena (pilgub) Jakarta, 2014 adalah lahan masih kosong di mana semua orang hari ini punya kesempatan, punya peluang utk memenangkan pemilu presiden siapapun dia, dari golongan manapun," sambungnya.
Ketika disinggung jadi atau tidaknya Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto yang akan diusung pada pemilu 2014 nanti, NasDem memprioritaskan pembesaran partai terlebih dahulu. Karena itu, partai ini belum sama sekali berpikir tentang capres.
"Pak Surya Paloh, Pak Endriartono Sutarto, Pak Hary Tanoesoedibjo itu adalah tokoh-tokoh di NasDem hari ini. Dan kita belum memutuskan di antara mereka karena kita partai baru ikut pemilu untuk pertama kali tetapi bisa langsung memenangkan pemilu itu yang jadi kosentrasi. Kita tidak mau terpecah dengan hal pencapresan," terangnya.
"Tidak pernah kita kemudian secara spesifik menayangkan Pak Surya Paloh secara berulang kali meskipun kita punya beberapa media," imbuh Jeffrie.
Sebelumnya Endriartono Sutarto pada (2/10) lalu mengatakan belum memikirkan pilpres 2014. Saat ini yang menjadi fokusnya adalah menyalurkan iden melalui parpol. Dalam hal ini dia sudah bergabung dan berkomitmen bersama Partai NasDem.
"Bukan soal maju atau tidak maju (pilpres), tapi saya melihat bisa memberi pemikiran saya di partai dan implementasi di situ. Itu dulu, masih jauh ngomong ke sana (pilpres)," kata Endriartono.
(/)










































