Indikasi Pelaku Bom Jaringan Azahari Makin Kuat
Jumat, 10 Sep 2004 14:00 WIB
Jakarta -
Polri masih belum menemukan siapa sebenarnya pelaku pengeboman di Kedubes Australia. Namun, jaringan dedengkot bom Azahari dicurigai. Indikasinya pun makin kuat. Salah satunya, adalah kesaksian enam dari sembilan orang tersangka kasus Bom Marriott yang kini ditahan Mabes Polri. Mereka mengaku sebagai orang yang telah dibaiat untuk menjadi pelaku bom bunuh diri. Mereka juga mengaku direkrut oleh Azahari dan Noordin Moh Top. Bahkan, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman, enam tersangka itu sudah membuat surat kepada keluarganya bahwa mereka siap melakukan tugas pengeboman. Hal ini mengindikasikan bahwa Azahari memang masih melakukan rekruitmen untuk tugas-tugas pengeboman. "Yang di Jatim dan Jateng itu, enam orang itu ada yang sudah membuat surat kepada keluarganya bahwa dia siap melakukan (pengeboman). Mereka sudah dibaiat dan siap melakukan pengeboman," kata Paiman kepada wartawan seusai melaksanakan salat Jumat di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2004). Mereka memang ditangkap aparat kepolisian di Jateng dan Jatim. Dalam catatan detikcom, sembilan tersangka bom Marriott itu adalah Komaruddin bin Zainun alias Fursham (31), Budi Pranoto alias Urwah (26), Suranto (25), Sonhadi bin Muhajir (33), Lutfi Haidaroh alias Ubaid (25), Usman bin Sef alias Fahim (39), Sapturani alias Anwar (37), sunarto bin Kartodiharjo (55), dan Rahmat Muji Prabowo alias Yunus (25). Paiman tidak menjelaskan siapa keenam dari sembilan tersangka itu yang sudah dibaiat Azahari. Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Suyitno Landung kepada detikcom menyatakan, dari keterangan 6 orang itu, ada tiga orang lain yang siap melakukan pengeboman. Ketiga orang itu masih belum tertangkap. "Kini ketiganya sedang dicari-cari. Kita akan cocokkan apakah identitas mereka sama dengan identitas dari potongan tubuh korban bom Kedubes Australia yang kini berada di RS Polri," kata dia. Para keenam tersangka itu nantinya akan diminta bantuan untuk mengidentifikasi potongan-potongan tubuh itu.
(asy/)










































