Howard: Polri Dapat Warning Sebelum Bom Kedubes
Jumat, 10 Sep 2004 14:00 WIB
Jakarta - Ada informasi menarik yang diungkapkan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard. Menurutnya, Kepolisian Indonesia telah menerima sebuah pesan sesaat sebelum serangan bom di depan Kedubes Australia di Jakarta. Isi warning adalah kedutaan-kedutaan akan diserang jika pihak berwenang tidak membebaskan Abu Bakar Baa'syir. Demikian disampaikan Howard seperti diberitakan AFP dan dilansir Channel News Asia, Jumat (10/9/2004).Menurut pemimpin negeri Kangguru itu, Polri menerima pesan tersebut pada Kamis (9/9/2004) kemarin sekitar pukul 09.30. Dalam pesan itu dikatakan bahwa jika Baa'syir tidak dilepaskan, "kedutaan-kedutaan akan diancam dengan bom", ujar Howard.Pengeboman di depan Kedubes Australia terjadi Kamis kemarin sekitar pukul 10.30 WIB. Itu berarti, jika apa yang dikatakan Howard adalah benar, sekitar sejam sebelum pengeboman, Polri telah menerima semacam warning. Namun, menurut Howard, otoritas Indonesia baru meneruskan pesan tersebut kepada otoritas Australia pada pukul 17.30 Kamis kemarin.Howard menyatakan, kelompok Jemaah Islamiyah tetap menjadi tersangka utama dalam peledakan bom di kawasan Kuningan, Jakarta tersebut. Sedikitnya 9 orang tewas dan lebih dari 180 lainnya luka-luka dalam tragedi September itu.
(ita/)











































