Koordinator aksi, Chakim mengatakan, pihaknya mengambil momen CFD agar aspirasi penolakan pemberangusan (union busting) serikat buruh bisa tersebar lebih meluas di tengah masyarakat.
"Karena kami ingin meluaskan dukungan, agar masyarakat luas juga tahu. Mereka (pengguna CFD) juga buruh di beberapa sektor," kata Chakim di Jl Pahlawan, Minggu (14/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah aksi keempat. Sebelumnya sudah di PT Apparel, Disnakertrans Kota, dan DPRD Kota. Hingga saat ini sudah terkumpul koin Rp 2,3 juta yang akan digunakan untuk penghidupan keluarga yang dipecat," pungkas Chakim.
Aksi tersebut dipicu oleh pemecatan enam Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT ASTI (PUK SPEE-FSPMI PT ASTI) pada tahun 2008. Lalu tanggal 9 Juli hingga 10 Juli 2012, 175 pekerja melakukan aksi mogok karena gagal memperoleh kesepakatan saat pertemuan Perjanjian Kerja Bersama. Namun bukannya tuntutan dipenuhi, ratusan pekerja itu justru dipecat tanpa pesangon.
Unjuk rasa yang dilakukan di CFD itu menarik perhatian warga yang datang. Aksi selesai saat lalu lintas di Jl Pahlawan mulai difungsikan normal seperti biasanya.
(alg/try)











































