Petisi Stop Sirkus Lumba-lumba Bakal Disampaikan ke SBY

Petisi Stop Sirkus Lumba-lumba Bakal Disampaikan ke SBY

Pandu Triyuda - detikNews
Minggu, 14 Okt 2012 10:10 WIB
Petisi Stop Sirkus Lumba-lumba Bakal Disampaikan ke SBY
Jakarta - Kalangan aktivis pencinta lingkungan menemukan beberapa fakta adanya penyiksaan yang dilakukan oleh tim sirkus lumba-lumba. Namun hingga saat ini pihak Kemenhut belum merespons dengan baik. Petisi mendukung penghentian sirkus lumba-lumba pun digagas. Jika jumlah pendukung mencapai lebih dari 100 ribu, maka petisi akan disampaikan ke Presiden SBY.

"Mungkin kalau di atas 100 ribu orang kita akan bawa ke Presiden," kata peneliti Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya Hazrani, saat dihubungi detikcom, Minggu (14/10/2012).

Dia menjelaskan sebelumnya sudah ada MoU antara pemerintah dan JAAN mengenai tempat rehabilitasi lumba-lumba yang rencananya akan dibangun di kawasan Karimun Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awal kampanye sejak tahun 2008 pertama kali menemukan kasus seperti itu, banyak berkegiatan berdasarkan laporan masyarakat. Tahun 2010 kita mulai di Jawa tengah kita langsung ketemu kepala balainya, akhirnya kita mempunyai MOU dengan pemerintah untuk rehabilitasi di kawasan Karimun Jawa tahun 2010, cuman sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya karena pemerintah tidak pernah bergerak," tutur Pram.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai belum tanggap terkait hal itu. Padahal pihaknya sudah memberikan masukan dan melayangkan beberapa laporan pelanggaran terkait penyalahgunaan lumba-lumba, salah satunya sirkus keliling.

"Secara langsung sudah menyampaikan keberatan kita terhadap sirkus keliling, jadi yang kita harapkan sangat simpel, sayangnya tidak pernah dijalani," papar dia.

Sebelumnya, berdasarkan penelusuran JAAN, ditemukan ada sejumlah praktik jahat yang dilakukan pengelola sirkus keliling. Pertama, air yang digunakan untuk show lumba-lumba bukan murni air laut, tapi air tawar yang diberi garam dan cairan kimia. Cairan ini cenderung membutakan.

Selain itu, lumba-lumba juga bisa stres karena terus berpindah. Apalagi perawatan kesehatan lumba-lumba itu pun seadanya.

(ndu/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini