Broken Home Bukan Pembenaran Seseorang Jadi Pengguna Narkoba

Broken Home Bukan Pembenaran Seseorang Jadi Pengguna Narkoba

- detikNews
Minggu, 14 Okt 2012 08:59 WIB
Jakarta - Sopir berbikini, Novi Amilia, yang menabrak 7 orang dengan kendaraannya di daerah Tamansari, Jakarta Barat, diduga mengalami tekanan mental karena berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Namun kondisi keluarga seperti itu tidak bisa jadi pembenaran seseorang mengkonsumsi narkoba atau berbuat nekat.

"Broken home memang lazim disebut sebagai salah satu biang kerok perilaku jahat. Tapi faktanya juga banyak anak-anak dari keluarga bercerai yang sukses jadi orang," kata psikolog forensik Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, Reza Indragiri, saat berbincang, Minggu (14/10/2012).

Menurut Reza, broken home tidak bisa jadi alasan kuat seseorang jadi pengguna narkoba. "Broken home tidak mantap untuk menjadi faktor peringan," lanjut Reza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Reza, jika anak harus menghadapi perceraian keluarga, faktor orangtua sangatlah penting. Kedua orang tuanya itu harus tetap dapat memberi keyakinan kepada sang anak soal masa depan dan kasih sayang.

"Yakinkan anak bahwa walau orangtua mereka bercerai, namun mereka tidak akan pernah kehilangan ayah dan bunda, plus ayah bunda bertekad untuk tetap melakukan yang terbaik bagi anak," paparnya.

Novi berasal dari keluarga broken home. Ibunya tidak diketahui posisinya. Dia merupakan anak dari enam bersaudara.

(mok/ndu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads