"Broken home memang lazim disebut sebagai salah satu biang kerok perilaku jahat. Tapi faktanya juga banyak anak-anak dari keluarga bercerai yang sukses jadi orang," kata psikolog forensik Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, Reza Indragiri, saat berbincang, Minggu (14/10/2012).
Menurut Reza, broken home tidak bisa jadi alasan kuat seseorang jadi pengguna narkoba. "Broken home tidak mantap untuk menjadi faktor peringan," lanjut Reza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yakinkan anak bahwa walau orangtua mereka bercerai, namun mereka tidak akan pernah kehilangan ayah dan bunda, plus ayah bunda bertekad untuk tetap melakukan yang terbaik bagi anak," paparnya.
Novi berasal dari keluarga broken home. Ibunya tidak diketahui posisinya. Dia merupakan anak dari enam bersaudara.
(mok/ndu)











































