"PDIP dan Gerindra tidak akan retak hubungannya karena soal-soal yang tidak strategis. Hubungan kedua nya ramai digunjingkan seolah-olah mau retak, tapi saya kira itu hanya riak-riak saja dari dinamika politik yang terjadi," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Minggu (14/10/2012).
Martin mengatakan koalisi yang dibangun sejak tahun 2009 lalu memiliki pandangan visi dan misi yang sama. "Misalnya visi Gerindra terhadap NKRI, Pancasila sebagai Dasar Negara yang sudah final, pembangunan ekonomi yang berorientasi pada rakyat kecil dan konsistensi untuk memberantas korupsi, sama dengan visi PDIP," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan Ibu Megawati, Pak Taufiq Kiemas dan Pak Prabowo saya lihat baik-baik saja, bahkan keinginan untuk melakukan perubahan itulah yang membuat Ibu Mega dan Pak Prabowo mencalonkan Jokowi dan Ahok sebagai Cagub DKI kemarin. Tanpa kerjasama keduanya, tidak mungkin Jokowi dan Ahok bisa dicalonkan dan terpilih menjadi Gubernur DKI," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut ada 'penumpang gelap' yang ikut menikmati kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilgub DKI Jakarta. Siapa yang dimaksud, tidak ada yang tahu. Tapi apakah ini jadi pangkal pemicu kandasnya hubungan PDIP dengan Gerindra?
(ndu/mok)











































