Kemenhut Siap Terima Tuntutan Aktivis Terkait Lumba-lumba

Kemenhut Siap Terima Tuntutan Aktivis Terkait Lumba-lumba

Pandu Triyuda - detikNews
Minggu, 14 Okt 2012 05:14 WIB
Kemenhut Siap Terima Tuntutan Aktivis Terkait Lumba-lumba
Jakarta -

Acara sirkus lumba-lumba se Jawa-Bali menuai kecaman dari kalangan aktivis hingga artis. Selain tidak ada unsur edukasinya, lumba-lumba tersebut juga mengalami siksaan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) siap menerima aduan terkait perlakuan terhadap binatang pintar itu.

Kemenhut selaku pemegang otoritas perlindungan hewan langka berpendapat penggunaan lumba-lumba dalam sebuah acara rekreasi sudah sesuai dengan UU Konservasi Sumber Daya Alam.

"kalau di Indonesia kan aturannya boleh, asalkan sesuai UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Aturannya yang mengatur satwa-satwa bisa dipergunakan ke masyarakat guna kepentingan rekreasi dan pendidikan lingkungan," ujar Kepala Pusat Humas Kemenhut, Sumarto Suharno, saat berbincang, Sabtu (13/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumarto mengatakan kalaupun dalam perjalannya ditemukan adanya penyiksaan terhadap lumba-lumba, pihaknya siap menerima masukan dari berbagai pihak. Meskipun ada dua pendapat yang berbeda.

"Pihak pertama merasa aturannya boleh, pihak kedua kaitannya dengan aktivis pecinta lingkungan tidak setuju dan kalau nggak ada aturannya kita nggak berani," katanya.

Kemenhut pun siap menerima tuntutan dari kalangan aktivis pecinta lingkungan yang kontra terhadap sirkus lumba-lumba. "silakan dari LSM itu menginformasikan melalui Kemenhut, apakah itu benar atau tidak," katanya.

Sumarto menambahkan pihaknya siap bekerja sama apabila fakta-fakta yang dikumpulkan sudah lengkap. "Kalau Kementrian Kehutanan sangat keras apabila ada pelanggaran. Nanti penyidik kehutanan akan turun," tutupnya

Sebelumnya berdasarkan penelusuran (Jakarta Animal Aid Network) JAAN, ditemukan ada sejumlah praktik jahat yang dilakukan pengelola sirkus keliling. Pertama, air yang digunakan untuk show lumba-lumba bukan murni air laut, tapi air tawar yang diberi garam dan cairan kimia. Cairan ini cenderung membutakan.

Selain itu, lumba-lumba juga bisa stres karena terus berpindah. Apalagi perawatan kesehatan lumba-lumba itu pun seadanya.

(ndu/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini