Setelah Tedjowulan, Hangabehi Dinobatkan Sebagai PB XIII

Setelah Tedjowulan, Hangabehi Dinobatkan Sebagai PB XIII

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 13:17 WIB
Solo - Akhirnya 'matahari kembar' benar-benar terjadi di Kraton Surakarta. Setelah 31 Agustus lalu KGPH Tedjowulan dinobatkan sebagai Paku Buwono (PB) XIII, hari ini Jumat (10/9/2004) KGPH Hangabehi juga melakukan hal yang sama dengan gelar yang sama pula.Sesuai tata cara adat, setelah melakukan sumpah kepada Tuhan dan leluhur di depan krobongan ndalem prabayusaya, selanjutnya Hangabehi yang dengan ritual secara otomatis menjadi putra mahkota, menuju sitihinggil kraton yang berada di sebelah selatan Alun-alun utara kraton.Setelah itu dia duduk di sewayana manguntur tangkil lalu 'dilantik' menjadi PB XIII dengan oleh KGPH Haryo Mataram, satu-satunya putra lelaki PB X yang masih hidup dan kini didudukkan pangeran sepuh di Kraton Surakarta. Pelantikan itu ditandai dengan penyematan bintang suryawasesa, bintang kebesaran raja.Sesuai penjelasan dari pihak panitia penobatan Hangabehi, bintang itu merupakan duplikat karena yang asli masih tersimpan di kamar pusaka yang hingga kini kuncinya masih dipegang oleh Pengageng Parentah Kaputren, GK Ratu Alit, yang berpihak ke Tedjowulan. Selain bintang itu, nantinya mahkota dan kalung emas raja yang akan dipakai juga merupakan duplikat.Penobatan Hangabehi tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian kerena kekhawatiran adanya teror dan aksi penolakan oleh warga pendukung Tedjowulan. Tidak hanya personel dari Polwil Surakarta dan Polresta Solo yang berjaga, bantuan dari polres sekitarnya serta pasukan Brimob dan Tim Jihandak dari Polda Jawa Tengah juga didatangkan.Aksi menolak penobatan Hangabehi sebagai PB XIII hanya terlihat puluhan orang dan berhasil ditahan polisi di gapura Gladag, sekitar lima ratus meter dari lokasi penobatan. Setelah ditolak masuk, para peserta aksi memilih melakukan orasi di bundaran Gladag dan selanjutnya membubarkan diri.Sedangkan tamu undangan tidak terlihat banyak yang datang. Lebih separo kursi yang disediakan terlihat kosong. Tidak ada pejabat negara yang datang. Hanya terlihat Guruh Soekarnoputro yang hadir didampingi Walikota Solo Slamet Suryanto. Sedangkan tiga pengageng atau petinggi lembaga utama Kraton Surakarta tidak hadir karena mereka telah sepakat menobatkan Tedjowulan.Acara penobatan hanya berlangsung sekitar satu jam. Setelah itu pada pukul 11.30 WIB acara diakhiri untuk memberikan kesempatan tamu undangan melaksanakan salat Jumat. Acara akan dilanjutkan pukul 13.30 WIB untuk prosesi pergelaran tari Bedaya Ketawang di Sasana Sewaka. Namun demikian, terlihat tamu undanagn lebih banyak yang memilih pulang. (asy/)


Berita Terkait