Trauma Saksi Mata Bom Kedubes Australia
Jumat, 10 Sep 2004 11:35 WIB
Jakarta - Endang, 30 tahun karyawan sebuah perusahaan travel berada tak jauh dari Kedubes Australia saat bom meledak. Tak hanya itu, Ia juga berada di lokasi kejadiaan saat bom BEJ dan bom Marriott meledak beberapa waktu silam."Bom di depan Kedubes Australia itu menurut saya lebih besar jika dibandingkan dengan bom BEJ atau bom Marriott. Saya tahu karena dulu saya ada di lokasi kejadian."Demikian diutarakan Endang kepada detikcom di Kedubes Australia Jl HR Rasuna Said Kuningan, Jumat (10/9/2004).Endang mengaku trauma karena sudah tiga kali mengalami hal yang serupa. "Saya sangat trauma, sering saya terbengong-bengong kalau lihat kaca pecah. Karena jadi teringat saat bom meledak lalu merusak kaca di gedung-gedung," tuturnya.Lebih lanjut lagi Endang juga menyesalkan peledakan bom. Karena dapat membuat pekerjaannya terhambat. "Saya sangat prihatin, karena akan mempengaruhi kerjasama perusahaan dengan pihak Kedutaan," Endang berujar. Apalagi, katanya, Ia harus mengurus paspor untuk 86 WNI yang besok akan berangkat ke Australia.
(dit/)











































