Kurang Koordinasi, Korban Bom Masih Bayar Biaya Perawatan
Jumat, 10 Sep 2004 11:41 WIB
Jakarta -
Akibat kurang koordinasi, korban bom Kedubes Australia masih mengeluarkan biaya perawatan. Padahal, pemerintah telah menanggung semua biaya di rumah sakit yang dirujuk."Itu kurang koordinasi, antara direksi rumah sakit dengan pelaksana dibawahnya. Seharusnya, keluarga pasien harus menjelaskan kepada RS bahwa ini tanggung jawab dari Pemprov DKI, khususnya Dinas Kesehatan," kata Kepala Biro Humas Pemda DKI Jakarta Muhayat di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (10/9/204).Korban dari RS mana saja yang melapor?"Kebanyakan dari RS St Carolus.Dana yang dikeluarkan sudah dikembalikan, seperti ada korban yang khabarnya mengeluarkan dana sebesar Rp 17 juta di RS St Carolus," ungkap Muhayat.Menurut Muhayat, tidak ada limit dana yang dikeluarkan pemerintah. "Tidak ada limit. Kalau yang Rp 20 miliar, itu dana dari Jaringan Pemeriharaan Kesehatan Keluarga Miskin. Biaya akan di klaim berdasarkan 14 RS yang ditunjuk Dinas Kesehatan," kata dia.Keempat belas RS tersebut yakni, RS MMC, RS Mata Aini, RS Jakarta, RS Angkatan Laut DR Mintoharjo, RSCM, RS Agung, RS Medistra, RS Mitra Intenasional, RS Tebet, RS Harapan Kita, RS St Carolus, RSUD Budi Asih, RSUD Koja dan RSUD Tarakan.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































