Konjen AS Surabaya Diancam Bom
Jumat, 10 Sep 2004 11:27 WIB
Surabaya - Pusat Kebudayaan Perancis dan Konjes AS di Surabaya mendapat ancaman bom. Namun setelah dilakukan penyisiran, tidak ditemukan benda berbahaya di kedua tempat itu.Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom di kedua tempat, ancaman bom pertama kali diterima oleh Pusat Kebudayaan Perancis, Jl. Darmokali, Surabaya Jawa Timur, Jumat (10/9/2004). Sekitar pukul 08.30 WIB, seorang pria dengan logat bicara dari daerah luar jawa mengaku telah meletakan bom di tempat tersebut.Widyawati, staf Humas Pusat Kebudayaan Perancis yang menerima telepon tersebut langsung melaporkan ke polisi. Laporan ini langsung ditindak lanjuti dengan menerjunkan tim Gegana. Setelah beberapa saat dilakukan penyisiran ke semua bagian gedung, tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan.Ancaman bom lainnya diterima Konjen AS, Jl. dr. Soetomo, Surabaya, pada pukul 09.15 WIB. Kepada Joko, salah seorang staf Konjen AS, mengatakan, akan meledakan gedung tersebut setelah salat Jumat. Joko kemudian langsung melaporkan ancaman tersebut ke polisi.Tidak berapa lama, tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Polda Jawa Timur langsung meluncur ke Konjen AS. Mereka menelusuri setiap sudut bangunan Konjen AS. Hasilnya, seperti di Pusat Kebudayaan Perancis, di Konjes AS ini juga tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan.Meski demikian, polisi tetap meningkatkan keamanan di Konjen AS. Sejumlah personel sampai saat ini masih terus berjaga-jaga dengan senjata lengkap. Tindakan antisipasi lain yang dilakukan adalah menutup lalu lintas di depan gedung Konjen AS.
(djo/)











































