"Kita lakukan penyegaran melalui pembinaan," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri, saat dikonfirmasi, Jumat (12/10/2012).
Bambang mengatakan pendarahan yang dialami Marcelo saat ditemukan sudah tidak bernyawa juga menjadi tanda tanya pihaknya. Terkait demam, hal tersebut menurutnya merupakan efek samping dari suntikan imunisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, imunisasi jenis DPT Combo I adalah jenis imunisasi yang umum diberikan. Prosedur pemberiannya pun sudah dilakukan dengan benar. "Kalau prosedur kami jamin tidak ada yang salah, sama semuanya. Karena memang sebelumnya belum pernah ada kematian akibat imunisasi," tuturnya.
Bambang juga mengatakan Sudin Kesehatan Jakarta Utara belum menerima salinan hasil autopsi Marcelo. Padahal hal tersebut sangat penting untuk menegaskan penyebab kematian Marcelo.
"Dari RSCM dan BPOM kayaknya masih dua minggu lagi. Kami masih tetap menunggu hasilnya sampai tuntas, karena penting untuk menjelaskan kematian Marcelo," ujar Bambang.
Jika penyebab Marcelo meninggal bukan karena suntikan imunisasi, Bambang mengaku tidak akan melakukan tuntutan ke pihak keluarga Marcelo. Menurutnya, yang terpenting adalah manfaat imunisasi tersebut dan keamanannya.
"Untuk itu (melaporkan balik) kami belum kepikiran. Yang terpenting adalah penyampaian informasi bahwa imunisasi itu manfaatnya lebih banyak daripada efeknya. Mari kita ikuti saja proses pemeriksaan sampai selesai," kata Bambang.
Sebelumnya, keluarga Marcelo mengontak pengacara untuk menyelesaikan kasus dugaan meninggalnya Marcelo akibat suntikan imunisasi yang diterima pada tanggal 28 September lalu. Pihak keluarga sendiri enggan menjelaskan detil kematian bocah malang tersebut.
Pihak kepolisian sendiri menyebutkan penyebab kematian Marcelo adalah karena benturan benda tumpul di kepalanya. Benturan tersebut membuat adanya pendarahan di dalam kepala Marcelo. Hingga saat ini, penyebab dan kronologi kematian Marcelo masih buram.
(vid/rmd)










































