Hal ini mengemuka di sela-sela kunjungan Perdana Menteri Australia Julia Guillard ke RSUP Sanglah Denpasar, Jumat (12/102012). Julia datang ke RS Sanglah dalam kunjungannya untuk memperingati Bom Bali yang terjadi 10 tahun silam.
Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, yang mendampingi rombongan pejabat Australia mengatakan, pemerintah Australia berkomitmen membantu Indonesia dalam peningkatan pelayanan kesehatan dasar. Terlebih RS Sanglah berperan besar dalam upaya pertolongan korban Bom Bali 2002 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia, dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat Indonesia. Bentuk bantuan lainnya yakni program beasiswa pendidikan. Setidaknya, setiap tahun akan ada 20 orang akan memperoleh beasiswa, yang dimulai 2014 sampai 2016.
Sementara itu, dalam peristiwa bom bali, selain korban terbanyak berasal dari Australia, pemerintah Indonesia dan Australia punya peran besar dalam upaya penanggulangan korban dari aksi serangan tersebut. Oleh karena itu sangat penting dikembangkan kerja sama antara dua negara dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan.
Dalam kunjungan sekitar satu jam ini, Perdana Menteri Australia mendapatkan pengawalan ekstra ketat. Bahkan lebih dari lima jam area RSUP Sanglah disterilkan dan pengunjung diawasi ketat.
(gds/trw)










































