Megawati Ingatkan Kader PDIP Bersiap Hadapi Pemilu 2014

Megawati Ingatkan Kader PDIP Bersiap Hadapi Pemilu 2014

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 12 Okt 2012 18:20 WIB
Surabaya, - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat pidato politik, menyampaikan dua hal penting kepada peserta Kongres II di Surabaya. Dua hal penting itu yakni mengenai persoalan internal dan ekstrnal partai, baik secara nasional maupun intrnasional.

"Ditinjau dari aspek internal, maka Rakernas II di Surabaya ini merupakan forum politik untuk mengevaluasi sejumlah rekomendasi Rakernas I," kata Megawati di Imperial Ballroom, Pakuwon, Surabaya, Jumat (12/10/2012).

Megawati meminta kader PDIP untuk menyelesaikan semua masalah di tubuh partai pada 2013. Megawati juga mengingatkan agar kader PDIP mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memeriksa tingkat kesiapan kita memasuki Tahun 2013, menyelesaikan persoalan-persoalan politik yang masih tersisa dalam tubuh partai, dan mempertajam sejumlah agenda strategis partai," imbuhnya.

Terkait dengan agenda 5 tahunan pemilu 2014, Megawati menilai, hal itu juga penting. Termasuk menggambar hal yang bersifat teknis-politis.

"Kita perlu memahami dengan sebaik-baiknya alat ukur dan aturan bermain mengenai seleksi calon anggota legislatif. Kita perlu melihat kembali keseluruhan strategi, metode, teknis kampanye, dan juga peraturan permainan dalam sistem pemilu yang baru," terangnya.

Ia menambahkan, watak dan spirit sistem yang ekstra libral dan individulais saat ini memiliki implikasi yang berbeda dengan watak sistem pemilu sebelumnya, yang menekankan pada pentingnya parpol dalam perspektif demokrasi Pancasila yang ideal.

"Hanya saja, memahami hal-hal teknis politis saja tidaklah cukup, mengapa ? Karena setiap perjuangan politik, apakah melalui jalan pemilu atau jalan revolusi, punya hukumnya sendiri-sendiri," paparnya.

Sementara itu, mengenai perspektif internasional, kata Megawati, ketergantungan Indonesia yang semakin ekstrem pada produk pangan luar negeri, yang dapat membahayakan bangsa.

"Apalagi dalam situasi global dimana kapitalisme sedang menghadapi pasang surut, suatu krisis yang sangat dalam," ungkapnya.

"Saya ingin tegaskan apa yang saya sampaikan pada Rakernas I bahwa Bung Karno telah mengingatkan kita akan hal ini 70 tahun yang lalu. Penyakit kapitalisme adalah krisis. Penyakit krisis ini selalu menyerang tubuh kapitalisme," paparnya.

Menurutnya, krisis yang satu belum selesai, sudah datang menimpa krisis yang baru. Seperti krisis ekonomi di negara-negara eropa maupun Amerika Serikat.

"Apa yang saya khawatirkan selama ini kini terbukti. Kontraksi ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat terus saja berlangsung. Bahkan krisis tersebut semakin dalam dan kini melalui Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik menjadi 7,2 persen pada tahun 2012," terangnya.

(roi/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini