Siswi SMA Korban Penculikan di Jakut akan Diterapi Psikologi 4 Hari Lagi

Siswi SMA Korban Penculikan di Jakut akan Diterapi Psikologi 4 Hari Lagi

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 12 Okt 2012 14:18 WIB
Jakarta - Keluarga siswi SMA yang menjadi korban penculikan dan kekerasan seksual di Jakarta Utara menemui Ketua Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait hari ini. Dari pertemuan tersebut, Komnas PA akan memberikan terapi psikologi kepada sang siswi empat hari lagi.

"Mereka datang untuk meminta bantuan hukum dan psikologis. Kita akan menyiapkan psikiater untuk korban. Diterapi mulai hari Senin tanggal 22 (Oktober) besok," kata Ketua Komnas PA, Arist M Sirait, di kantor Komnas PA, jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2012).

Arist mengatakan terapi tersebut dilakukan untuk menghilangkan trauma pada diri korban dan juga agar korban dapat cepat kembali ke sekolah. Terapi akan dilakukan di Gedung Komnas PA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar kejadian penculikan disertai kekerasan seksual ini tidak terulang, lanjut Arist, sebaiknya di sekolah murid-murid sudah diajarkan bagaimana sebaiknya menggunakan sosial media. Selain itu, orangtua juga memiliki peran penting dalam mengontrol pergaulan anaknya.

"Orangtua juga harus paham mengenai internet. Bagaimana si anak berkenalan di dunia maya, yang baik itu bagaimana. Sebaiknya jangan terlalu terbuka dengan orang yang belum dikenal," imbuh Arist.

Sebelumnya,sang siswi datang dengan didampingin ibu dan pamannya ke Komnas PA untuk meminta bantuan, baik secara hukum maupun psikologis.

Kasus ini berawal saat siswi SMA ini berkenalan dengan fotografer Brian Harry alias Michael di Facebook sekitar satu bulan lalu. Mereka kemudian berhungan makin dekat dan akhirnya bertukar pin BB.

Harry menjanjikan siswi SMA ini menjadi model terkenal, namun syaratnya siswi ini mau difoto bugil. Harry membawa kabur korban pada 28 September lalu. Saat itu Harry datang ke sekolah siswi SMA itu dengan menggunakan mobil BMW. Harry kemudian meminta izin pada guru sekolah itu dan mengatakan siswi ini harus pulang karena ada keluarganya yang meninggal.

"Ternyata dia tidak dibawa pulang dan malah dibawa kabur selama 11 hari, mereka menginap dari hotel ke hotel dan kosan pelaku," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi akhirnya pada 8 Oktober Harry ditangkap di Jalan Tanjung Duren X, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi juga menemukan korban dan menyita mobil BMW B 1673 Q milik tersangka.

"Pas kameranya dicek di kantor polisi ternyata banyak juga wanita-wanita lain yang difoto tanpa busana," kata Arist.

(rmd/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini