Menurut Tarie, ibu salah seorang tersangka RB, akibat status tersebut anaknya jadi tertekan dan suka menyendiri. Hal ini disayangkan Tarie, terlebih anaknya sedang menjalani ujian sekolah.
"Anak saya depresi, stres, dia selalu ketakutan, karena merasa tidak melakukan apa-apa terhadap korban, tapi tiba-tiba jadi tersangka. Mau keluar takut, mau sekolah juga takut," ujar Tarie saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/10/2012).
Tarie mengatakan, meski anaknya tidak ditahan dan bisa berangkat ke sekolah, tetap saja dia selalu merasa ketakutan. "Dia selalu memikirkan gimana kalau dia ditahan (penjara). Ketakutan ini juga dirasakan semua anak yang jadi tersangka," katanya.
"Anak-anak tersebut saat ini harus diantar jemput orang tuanya masing-masing. Kasihan anak-anak. Apalagi mereka masih di bawah umur. Tapi kita tetap beri support agar mereka tetap semangat dan tenang. Apalagi mereka sedang ujian di sekolah," tambahnya.
Tarie juga melihat ada kesan pemaksaan dalam penetapan status tersangka kepada 6 siswa SMAN 70 tersebut. Apalagi proses pemeriksaan mereka dilakukan dari pukul 14.00 hingga 01.30 WIB di hari sekolah.
"Kepolisian jangan terburu-buru untuk menentukan status tersangka. Ini terkesan seperti dipaksakan. Dalam pemeriksaan mereka juga sudah mengatakan apa adanya. Apalagi pemeriksaan pada hari Selasa kemarin, otomatis mengganggu proses belajar anak. Mereka diperiksa dari pukul 14.00 sampai pukul 01.30 pagi. Mereka kan capek, akhirnya tidak sekolah," terangnya.
Selain itu, Tarie juga merasa aneh karena sebelum diumumkan status tersangka anaknya, kabar tersebut sudah beredar di media massa.
"Anehnya, sebelum diumumkan tersangka, kabar itu sudah ada di media, di running text, bahwa polisi akan menetapkan 6 tersangka lagi (selain Doyok)," katanya.
Tarie mengakui anaknya sangat menyesali tawuran yang terjadi di dekat Blok M Plaza tersebut. "Anak saya merasa sangat menyesal dengan adanya kejadian tawuran itu. Dia lari mondar-mandir saat kejadian, karena kondisinya memang lagi ramai, tapi malah dijadikan tersangka," ucapnya.
(jor/nrl)











































