"Kinerja Pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan rakyat masih dianggap belum baik dan lebih buruk lagi pemberantasan korupsi," ujar Koordinator Tim Survei Pusat Penelitian Politik (P2P) lIPI, Wawan Ichwanuddin, saat memberikan hasil temuannya di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/10/2012)
Hasil survei ini disampaikan Wawan dalam diskusi bertema 'Dukungan Publik Terhadap Demokrasi Indonesia' di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/10/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain betapa pentingnya kasus korupsi untuk diberantas. Kepuasan masyarakat akan kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi dinilai biasa-biasa saja. Dari hasil temuan peneliti LIPI hanya 29% responden yang menyatakan penanganan kasus korupsi dinyatakan baik. Sedangkan sebanyak 55% responden menyatakan biasa-biasa saja.
Survei dilakukan secara nasional dengan jumlah sampel sebanyak 1.700 orang dan dipilih secara acak bertingkat dari 33 Provinsi di Indonesia. Responden berusia 17 tahun atau sudah menikah. Periode survei dilakukan pada 25 Juni - 10 Juli 2012 melalui wawancara tatap muka. Berdasarkan jumlah sampel ini, margin of error sebesar 2,38 %.
Berikut hasil survei tentang Kinerja pemerintah dilihat dari masalah penting yang harus diatasi bangsa Indonesia, yakni korupsi, masalah lainnya seperti pendidikan, kesehatan keamanan serta pangan.
Berikut hasil survei kinerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia:
1. Kesehatan: 1% tidak tahu/jawab, 62,95 baik/sangat, 34,3% biasa saja, 1,8% buruk/sangat buruk.
2. Pendidikan: 1,6% tidak tahu/jawab, 63,8% baik/sangat baik, 33,2% biasa saja, 1,4% buruk/sangat buruk.
3. Keamanan: 1,7% tidak tahu/jawab, 52,9% baik/sangat baik, 43,7% biasa saja, 1,7% buruk/sangat buruk.
4. Peningkatan Kesejahteraan : 2,6% tidak tahu/jawab, 37% baik/sangat baik, 57,8% biasa saja, 2,6% buruk.
5. Pemberantasan Korupsi: 6,3% tidak/jawab, 29,9% baik/sangat baik, 55,5% biasa saja, 8,3% buruk/sangat buruk.
6.Pemberantasan Terorisme: 9,8% tidakyahu/jawab, 52,9% baik/sangat baik, 35,6% biasa saja, 1,6% buruk/sangat buruk.
(ndu/nwk)











































