"Keamanan saya kira nggak ada masalah. Tidak perlu khawatir," ujar Wakil Gubernur Sulteng, Sudarto, usai jumpa pers di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Dia menjelaskan petugas TNI dan polisi akan turun mengamankan kegiatan. Di Sulteng terdapat 10 kabupaten dan 1 kota. Bila ada gejolak di satu daerah, misalnya Poso, maka tidak akan membuat Sulteng serta merta bergejolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulteng terus berupaya agar kerusahan tidak terjadi, baik saat Jambore digelar atau saat kegiatan selesai dilaksanakan. Jikalau terjadi gangguan keamanan, maka petugas keamanan akan segera turun tangan. Bahkan polda setempat membuat kamdes (keamanan desa) di kampung-kampung untuk menciptakan keamanan.
"Kala salah ya ditangkap. Jadi sudah dilakukan oleh pemerintah dan keamanan," kata dia.
Dia menegaskan Sulteng sudah siap menggelar perhelatan tersebut. Tempat kegiatan maupun penginapan telah disiapkan dengan baik.
"Penyiapan-penyiapan ini cukup represntatif. Walaupun tempat yang akan digunakan adalah tempat yang dulu MTQ saat Presiden Gus Dur tapi tempat ini masih bagus," sambung Sudarto.
Menurut dia, kekurangan yang masih ditutupi adalah penyediaan tenda. Namun secara umum semua persiapan sudah baik, seperti logistik, air, listrik. Dia berharap pada H-3 kegiatan persiapan lainnya sudah selesai, meskipun lokasi Jambore ini sudah 10 tahun tidak terpelihara.
"Saya berharap dari masyarakat Sulteng, karena yang akan hadir adalah presiden, di samping akan memimpin sumpah pemuda, juga diminta meresmikan PLTA Poso tahap 1 dan 5, Paket jalan nasional trans Sulteng sepanjang 229 km. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan," papar Sudarto.
(/ndr)











































