Pasutri JS, warga kawasan Pasar Minggu bertemu dengan RS yang mengaku sebagai 'orang pintar' pada Senin (8/10) malam di rest area Cirebon. Kala itu JS dan istrinya sedang dalam perjalanan ke Jakarta dari Yogyakarta. Di situlah obrolan tercipta sehingga RS tahu pasangan tersebut sudah lama mendambakan kehadiran anak.
Kepada pasangan itu, RS mengaku bisa membantu mempercepat mereka mendapatkan anak melalui sejumlah persyaratan. Tak hanya itu RS juga mengaku bisa memperlancar usaha sepatu yang dirintis pasutri tersebut. Terkesan dengan 'promosi' RS, pasutri itu pun memberikan nomor teleponnya. RS berjanji akan menghubungi keduanya setelah sampai di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pelaku juga meminta sepasang sepatu dan BlackBerry Gemini dan Bold. Pasutri itu memberikan uang kepada RS. Istri JS memasukkan selembar Rp 100 ribu dan kertas-kertas ke dalam amplop. Hal itu dilakukan karena mulai merasa curiga kepada RS yang terus menerus meminta sesuatu sebelum pengobatan dilakukan.
"Lalu suami istri ini menelepon petugas Polsektro Pasar Minggu sehingga pelaku bisa diamankan di Cilandak KKO, Ragunan," terang Agus.
Menurut pengakuan kepada polisi, RS baru sekali ini melakukan penipuan. Polisi tidak buru-buru percaya. Kepolisian akan melakukan pendalaman kasus untuk mengetahui apakah RS bekerja sendiri atau terlibat jaringan.
"Diharap masyarakat tidak langsung percaya pada orang yang baru dikenal dan menawarkan jasa ini itu, apalagi kalau sampai meminta-minta sesuatu. Upayakan dapat KTP dan alamat yang jelas agar kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa segera didalami polisi," ucap Agus.
(vit/asy)











































