Hal tersebut terungkap dalam kesaksian mantan Direktur Marketing Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang yang hari ini bersaksi untuk Angie di pengadilan Tipikor, Kamis (11/10/2012).
Rosa menceritakan, awalnya dia selaku marketing Grup Permai menghubungi pihak Ditjen Dikti untuk menanyakan mengenai proyek yang sekiranya bisa diadakan di universitas-universitas. Oleh pihak Dikti disebutkan mengenai sejumlah calon-calon program yang bisa dijadikan proyek dan total nilai proyeknya Rp 610 milliar.
Setelah mendapatkan nama-nama program itu, Grup Permai meminta bantuan Angie untuk mewujudkannya menjadi proyek. Namun setelah nama-nama proyek muncul di DIPA, muncul persoalan lain.
"Dari semua usulan yang masuk ke kementerian setelah masuk ke DIPA. Tapi setelah kita cek ke universitas dikatakan ini bukan dari ibu Angie, tapi ada dari biru, kuning," ujar Rosa.
"Setelah DIPA turun saya cek ke beberapa universitas ternyata setelah dicek usulan dari Dikti beda dengan DIPA yang turun. Sehingga rektor bilang ini bukan yang kita giring, mereka bilang ini dari orang Golkar dan PDIP," ujar Rosa.
Rosa tidak memperinci siapa rektor yang dia sebut itu.
Rosa menceritakan, awalnya dia selaku marketing Grup Permai menghubungi pihak Ditjen Dikti untuk menanyakan mengenai proyek yang sekiranya bisa diadakan di universitas-universitas. Oleh pihak Dikti disebutkan mengenai sejumlah calon-calon program yang bisa dijadikan proyek dan total nilai proyeknya Rp 610 milliar.
Setelah mendapatkan nama-nama program itu, Grup Permai meminta bantuan Angie untuk mewujudkannya menjadi proyek. Namun setelah nama-nama proyek muncul di DIPA, muncul persoalan lain.
"Dari semua usulan yang masuk ke kementerian setelah masuk ke DIPA. Tapi setelah kita cek ke universitas dikatakan ini bukan dari ibu Angie, tapi ada dari biru, kuning," ujar Rosa.
"Setelah DIPA turun saya cek ke beberapa universitas ternyata setelah dicek usulan dari Dikti beda dengan DIPA yang turun. Sehingga rektor bilang ini bukan yang kita giring, mereka bilang ini dari orang Golkar dan PDIP," ujar Rosa.
Rosa tidak memperinci siapa rektor yang dia sebut itu.











































