"Ibu Angie silakan jika mau menanggapi," pinta ketua majelis hakim Sudjatmiko di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2012).
"Ibu Rosa, apa kabar, sehat?" sapa Angie yang terbalut kemeja warna putih itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angie bertanya seputar kasus proyek di sejumlah universitas yang melilitnya.
"Saya ingin menanyakan tentang 16 universitas, itu untuk APBN murni dan APBN-P 2010, apa Ibu Rosa ingat berapa jumlah universitas yang turun dalam APBN murni dan APBN-P?" kata Angie yang duduk di deretan kuasa hukumnya.
Angie yang berkemeja putih itu tiba-tiba menangis. Ia terisak-isak sambil menundukkan kepala dan menutupi hidungnya.
Angie berusaha menenangkan diri dan melanjutkan
pertanyaannya.
Melihat Angie menangis, Sudjadmiko meminta sang Putri Indonesia 2001 itu mengendalikan diri. "Mohon tenang dulu," imbau sang hakim.
Rosa lalu menjawab pertanyaan Angie. "Tidak ingat saya," kata Rosa.
Saat berita ini diturunkan, sidang masih berlanjut.
(aan/nrl)











































