"Semua tas sudah kami angkut semua menggunakan truk dan mobil dari Madinah," ungkap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Akhmad Jauhari di kantor Misi Haji Indonesia, Kamis (11/0/2012).
Menurut dia, tidak terangkutnya tas-tas jamaah yang berada di Madinah karena bagasi bus Abu Sarhad untuk mengangkut jamaah menuju Mekkah, terlalu kecil. Bagasi bus hanya cukup untuk menaruh tas koper. Sedangkan tas jinjing tidak diperbolehkan dibawa di dalam bus bersama jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, pengiriman terakhir tas-tas jamaah dari 4 kloter yang berada di Madinah itu sudah dikirimkan ke Mekkah pada hari Senin (8/10/2012) lalu. Tas-tas tersebut dikirimkan menggunakan 2 buah truk dan 1 mobil.
"Kami jamin tidak ada yang tertinggal lagi. Bila sudah sampai akan kami serahkan kepada jamaah melalui masing-masing sektor di Mekkah," katanya.
Jauhari menegaskan pihaknya sudah melakukan komplain kepada pihak muasasah, pihak naqabah atau pengelola transportasi maupun kepada Kementerian Haji Arab Saudi namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Padahal masalh tersebut sudah terjadi sejak pemberangkatan pertama jamaah menuju Mekkah pada tanggal 30 September lalu.
"Kalau kita nunggu respon dari pihak naqabah pasti akan lama, padahal itu tanggung jawab mereka. Daker berinisiatif melakukan pengiriman sendiri secara swadaya," tutupnya.
(bgs/try)











































