Kesaksian Mindo Rosalina Manullang menguatkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Angelina Sondakh. Dalam kesaksiannya Rosa menyatakan bahwa Angelina Sondakh mendapatkan imbalan dalam melakukan pembahasan anggaran proyek perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sebanyak Rp 15 milliar.
"Di catatan saya, ada sekitar Rp 15 Miliar untuk proyek universitas," kata Rosa saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Angelina Sondakh, di pengadilan Tipikor, Kamis (11/10/2012). Saat itu, Angie ditanya hakim,"Sepengetahuan saudara berapa uang jatah fee untuk saudara terdakwa?"
Pada proyek Universitas itu, ujar Rosa, Permai Grup memang bekerja sama Angelina Sondakh selaku Koordinator Panja Komisi X DPR, untuk 16 anggaran universitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis sebelumnya mengungkap 16 aliran uang untuk Angie dan Wayan Koster dari Grup Permai sebagai imbalan dari proyek di universitas. 16 transaksi itu adalah:
1. 12 Maret 2010, Grup Permai (GP) mengeluarkan Rp 70 juta, yang ditujukan untuk Angie.
2. 13 Maret 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD yang ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang itu keluar atas permintaan Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing GP. "Uang diambil Clara Mauren, bawahan Rosa," ujar Yulianis.
3. 19 April 2010, GP mengeluarkan Rp 2,5 milyar. Uang ditujukan ke Angie dan diantar oleh staf bernama Dadang. "Dadang bertemu dengan Jeffri di Food court Ambasador. Jeffri itu stafnya Angie," ujar Yulianis.
4. 3 Mei 2010, GP mengeluarkan 2 miliar ditujukan untuk Angie dan Koster. "Tertulisnya untuk proyek di universitas," papar Yulianis.
5. 4 Mei 2010, GP mengeluarkan Rp 3 miliar. Uang itu ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang diantar oleh staf bernama Lutfi ke ruangan Koster di komplek Gedung DPR. "Lufhfi menyerahkannya pada Budi, staf pak Wayan," ujar Yulianis.
6. 5 Mei 2010, pagi hari uang sebesar Rp 3 miliar dikucurkan Grup Permai. Uang diantar oleh Luthfi yang kembali bertemu dengan staf Wayan Koster.
7. 6 Mei 2010, sore hari, Lutfhi kembali ke gedung DPR di lantai ground. Kali ini dia membawa uang Rp 2 miliar. "Luthfi bertemu dengan pak Budi, stafnya pak Wayan," ujar Yulianis.
8. 19 Juni 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD, ditujukan untuk Angie. "Tertulisnya untuk keperluan bu Angie ke Belanda," papar Yulianis.
9. Di hari yang sama, GP kembali mengeluarkan 100 ribu USD untuk keperluan yang sama.
10. Lalu masih di hari yang sama, untuk ketiga kalinya, GP kembali mengeluarkan 100 ribu dollar untuk keperluan serupa.
11. 2 September 2010, GP mengeluarkan 150 ribu USD yang ditujukan untuk Angie.
12. 14 Oktober 2010, GP mengirimkan 500 ribu USD dalam dua bungkusan terpisah.
13. 17 Oktober 2010, Yulianis menyebut GP mengeluarkan 400 ribu USD ditujukan untuk Angie dan Koster. "Yang mengantar Dewi, kata dia, dia ketemu langsung dengan pak Wayan." kata Yulianis.
14. 26 Oktober 2010, GP mengeluarkan 500 USD untuk Angie dan Koster. "Yang mengantar Dewi dan dia mengaku ketemu dengan staf pak Wayan," papar Yulianis.
15. 3 November 2010, GP mengeluarkan 500 ribu USD untuk Angie terkait proyek universitas tahun 2010.
16. 22 November 2010, atas permintaan Rosa, GP mengeluarkan Rp 10 juta rupiah untuk Angie. "Katanya untuk pengungsi Merapi," kata Yulianis.
(/ega)











































