Rosa hadir di pengadilan dengan baju warna coklat krem dilapisi jaket coklat tua. Badannya tampak menggembung. Sedangkan di lehernya terlihat ada bagian rompi yang menyembul. Diduga kuat itu merupakan rompi antipeluru. Badannya menggembung diduga karena rompi yang cukup tebal tersebut. Sekadar diketahui, ketika bersaksi untuk terdakwa Nazaruddin bulan-bulan lalu, Rosa juga mengenakan rompi antipeluru.
Saat sidang dimulai, ketua majelis hakim Sudjatmiko mempersilakan penuntut umum untuk menghadirkan saksi. "Penuntut umum siapa saksi hari ini, berapa banyak?" tanya Sudjatmiko kepada jaksa penuntut umum Agus Salim, di PN Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (11/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudjatmiko mempersilakan agar Rosa dihadirkan. Jaksa lalu meminta petugas menghadirkan saksi. Tak lama kemudian sekitar 20 polisi masuk ke ruang sidang, membuat barikade di kiri kanan untuk mengawal Rosa. Lalu datanglah Rosa yang menguncir rambutnya. Hingga pukul 09.50 WIB, Rosa masih diperiksa tentang identitasnya. Di sudut yang lain tampak Angie mengenakan kemeja putih, berlipstik merah dan berkacamata. Seperti biasa, dia tampil cantik.
Sebelumnya, saat tiba di pengadilan, Rosa tidak menjawab pertanyaan wartawan. Dalam kasus Angelina, transkrip percakapan via BlackBerry Messenger (BBM) antara Rosa dan Angie menjadi salah satu bukti penting aliran dana Grup Permai ke Angelina. Angie didakwa menerima pemberian atau janji berupa uang senilai total Rp 12 miliar dan 2.350.000 dollar AS (Rp 21 miliar) dari Grup Permai.
Pemberian uang tersebut, menurut jaksa, diketahui Angelina sebagai commitment fee atau imbalan karena dia telah setuju mengupayakan agar anggaran proyek pada perguruan tinggi dan program pengadaan sarana dan prasarana olahraga dapat disesuaikan dengan permintaan Grup Permai. Uang itu diserahkan antara Maret 2010 dan November 2010. Saat itu, Angelina menjadi anggota Badan Anggaran DPR sekaligus Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Komisi X.
Dalam transkrip pembicaraan BBM Rosa dengan Angelina terungkap adanya beberapa kali permintaan uang oleh Angelina ke Grup Permai. Permintaan uang itu disamarkan dengan kode-kode seperti "apel malang" untuk uang rupiah, "apel washington" untuk dollar AS, serta istilah lain seperti "pelumas" atau "semangka".
(nrl/nvt)











































