Pusat Kajian Ekonomi Sumitro Center Didirikan di Washington DC

Pusat Kajian Ekonomi Sumitro Center Didirikan di Washington DC

M Rizki Maulana - detikNews
Rabu, 10 Okt 2012 16:39 WIB
Jakarta - The Center for Strategic and International Studies (CSIS) atau Pusat Studi Strategi Internasional mendirikan Pusat Kajian Sumitro Djojohadikusumo. Pendirian pusat kajian di Washington ini bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi di wilayah Asia Tenggara. Nantinya pusat kajian ini akan diketuai oleh Ernest Z. Bower yang saat ini menjabat sebagai penasihat senior dan direktur di Inisiatif Rekanan Program Asia Tenggara dan Pasifik di CSIS.

"Ini merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Model baru untuk pembangunan ekonomi dan pemerintahan sedang didirikan, dan saya ingin memberikan rasa hormat pada ayah saya dengan memberikan perhatian pada institusi kelas dunia yang tidak hanya memberikan ide, tetapi menjadikannya kebijakan yang relevan dan aplikatif," ujar Hashim Djojohadikusumo, dalam siaran pers yang diterima oleh detikcom, Rabu (10/10/2012).

Pusat kajian ini akan melakukan penelitian tentang hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Asia Tenggara serta mengikutsertakan program proaktif untuk mendukung pengertian lebih dalam dan hubungan lebih dekat dengan Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Elemen penting tersebut antara lain
studi komprehensif terhadap hubungan masa depan antara A.S-Indonesia, kunjungan tahunan dari anggota Kongres AS dan staf ke Indonesia,
kunjungan oleh Parlemen Indonesia dan staf ke Amerika Serikat. Selain itu hal lain yang penting adalah, pendanaan terhadap warga Indonesia, baik akademisi maupun pejabat, yang akan menjadi kontributor tetap CSIS di Washington DC, juga tentang studi tentang integrasi ekonomi ASEAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ikatan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara menjadi dasar dari seluruh tujuan strategi Amerika. Kami hargai dukungan Bapak Hashim terhadap karya yang dilakukan oleh Ernie Bower dan tim Asia Tenggara kami. Fokus mereka pada isu kebangkitan ekonomi merupakan aspek penting pada wilayah ini dan akan menjadikan CSIS sebagai pemain utama pada diskusi kebijakan terkait Asia Tenggara," ucap Dr. John Hamre, presiden dan CEO dari CSIS..

Acara peresmian ini dilaksanakan di Gedung CSIS Washington DC dihadiri sekitar 100 orang tokoh antara lain Duta Besar negara Asia Tenggara termasuk Dubes RI untuk AS, Dino Pati Djalal. Sejumlah tokoh intelektual dan politisi AS juga hadir, seperti Senator William Brock yang juga pernah menjabat Menteri Buruh di zaman Presiden Ronald Reagen dan John J Hamre, Presiden dan CEO CSIS. Hadir juga penulis dan analis Michael J Green, Murray Hiebert, Chris Johnson, Robert Pringle, Larry Bailey, dan lain-lain.

Pendanaan Pusat Kajian ini didukung oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang didirikan pengusaha Indonesia Hashim Djojohadikusumo untuk mengingat
perjuangan almarhum ayahnya, Profesor Sumitro Djojohadikusumo. Dr Sumitro bekerja sama dengan Yayasan Ford tahun 1950-an dalam mengirim ekonom Indonesia ke Amerika Serikat untuk studi S3 di bidang ekonomi. Sumitro juga pernah menjadi wakil misi Indonesia tahun 1947-1949 di AS ketika kemerdekaan Indonesia masih harus diperjuangkan di Konferensi Meja Bundar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

(riz/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini