Mahasiswa & LSM di Semarang Galang Tanda Tangan 'Save KPK Save Polri'

Mahasiswa & LSM di Semarang Galang Tanda Tangan 'Save KPK Save Polri'

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 10 Okt 2012 13:57 WIB
Mahasiswa & LSM di Semarang Galang Tanda Tangan Save KPK Save Polri
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Gelombang dukungan kepada KPK pasca pidato presiden SBY Senin (8/10/2012) lalu hingga kini masih berlanjut. Tepat pukul 10.00 WIB tanggal 10 Oktober 2012, puluhan orang yang tergabung dari mahasiswa dan berbagai LSM antikorupsi di Semarang menggelar unjuk rasa di Jl Pahlawan Semarang dengan tema Save KPK, Save Polri, Save Indonesia.

Seluruh peserta aksi satu persatu membubuhkan tanda tangan ke selembar kain putih panjang sebagai simbol dukungan kepada KPK untuk memberantas korupsi dan mendukung Polri agar terbebas dari oknum-oknum kotor.

"Kami dukung penuh KPK untuk memberantas korupsi dan bersihkan Polri dan aparat hukum lainnya seperti jaksa dan hakim," kata koordinator aksi, Roni Maryanto, di Jl Pahlawan, Semarang, Rabu (10/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi yang dilanjutkan dengan orasi dan pembacaan puisi tersebut, demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap rencana revisi undang undang KPK. Menurut mereka, revisi tersebut nantinya justru akan melemahkan KPK.

"Kami minta agar membatalkan revisi undang-undang KPK. Kalau pun jadi, tujuannya memperkuat KPK karena masih ada kelemahan sehingga terjadi permasalahan seperti sekarang," pungkas Roni.

Diantara puluhan demonstran, terlihat juga mantan Wakil Wali Kota Semarang, Mahfudz Ali. Ia pun angkat bicara mendukung KPK yang dianggap sebagai ujung tombak reformasi.

"Kami itu dulu juga turun ke jalan. Maka saat mengetahui ujung tombak reformasi terkena masalah maka hati nurani kami tersentuh," ujar Mahfudz.

"Pejabat korup mengkonsolidasi kekuatan untuk memecah kekuatan reformasi," imbuhnya.

Dalam aksi tersebut demonstran menuntut pembersihan aparat penegak hukum dari oknum korup, menolak pelemahan KPK dengan revisi Undang-undang dan menuntut agar KPK segera menyelesaikan kasus-kasus besar seperti simulator SIM, Bank Century Hambalang.

"Ungkap juga kasus rekening gendut di kalangan polisi," teriak salah satu orator.

(alg/trw)


Berita Terkait