Seluruh peserta aksi satu persatu membubuhkan tanda tangan ke selembar kain putih panjang sebagai simbol dukungan kepada KPK untuk memberantas korupsi dan mendukung Polri agar terbebas dari oknum-oknum kotor.
"Kami dukung penuh KPK untuk memberantas korupsi dan bersihkan Polri dan aparat hukum lainnya seperti jaksa dan hakim," kata koordinator aksi, Roni Maryanto, di Jl Pahlawan, Semarang, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta agar membatalkan revisi undang-undang KPK. Kalau pun jadi, tujuannya memperkuat KPK karena masih ada kelemahan sehingga terjadi permasalahan seperti sekarang," pungkas Roni.
Diantara puluhan demonstran, terlihat juga mantan Wakil Wali Kota Semarang, Mahfudz Ali. Ia pun angkat bicara mendukung KPK yang dianggap sebagai ujung tombak reformasi.
"Kami itu dulu juga turun ke jalan. Maka saat mengetahui ujung tombak reformasi terkena masalah maka hati nurani kami tersentuh," ujar Mahfudz.
"Pejabat korup mengkonsolidasi kekuatan untuk memecah kekuatan reformasi," imbuhnya.
Dalam aksi tersebut demonstran menuntut pembersihan aparat penegak hukum dari oknum korup, menolak pelemahan KPK dengan revisi Undang-undang dan menuntut agar KPK segera menyelesaikan kasus-kasus besar seperti simulator SIM, Bank Century Hambalang.
"Ungkap juga kasus rekening gendut di kalangan polisi," teriak salah satu orator.
(alg/trw)










































