"Saya lihat Irene dan suaminya membawa parang. Dia datang lebih dulu daripada teman-teman lainnya di RSPAD," ujar saksi bernama Jefri, dalam sidang keterangan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Rabu (10/9/2012).
Parang tersebut, lanjut Jefri, ditaruh di bawah pot yang terapat di depan gerbang rumah duka RSPAD. Jefri menjelaskan, tak lama setelah Iren datang ke RSPAD, teman-teman 'Kill Bill' datang menggunakan sekitar 15 taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mempersiapkan senjatanya, Jefri melihat bahwa Iren 'Kill Bill' memberikan uang kepada teman-temannya. Namun Irene menyangkal jika uang yang diberikan itu untuk memerintahkan kelompoknya supaya melakukan penyerangan di RSPAD. "Itu uang untuk beli rokok. Dan itu saya diminta bukan saya memberikan," timpal Irene dalam persidangan.
Penyerangan di RSPAD terjadi pada 23 Februari 2012 dinihari. Dua orang tewas dalam peristiwa itu akibat luka bacok, sementara enam orang lainnya mengalami luka. Diduga penyerangan terkait utang narkoba.
Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan 10 tersangka dalam kasus penyerangan tersebut. Salah satunya Irene Tupessy, sedang tersangka lainnya Edward alias Edo, Gheretes Tamatala alias Heri, Tony Poceratu alias Ongen, Rent Penturi, Yongky Maslebu, Rely Petirulan dan Abraham Tuhehai.
Atas aksinya tersebut, Irene kemudian dijuluki Kill Bill. Kill Bill adalah film karya sutradara Quentin Tarantino yang mengisahkan aksi balas dendam seorang wanita berpedang terhadap teman-teman lama yang mengkhianatinya.
(rvk/asp)










































