Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Warjita menyatakan, pihaknya akan segera melakukan penelitian untuk mengetahui asal mula batu tersebut. "Kita akan meneliti siapa tahu batu tersebut memiliki nilai sejarah, karena dibuat manusia masa lalu," ujar Warjita di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (10/10/2012).
Kemungkinan batu itu sebagai peninggalan masa lalu, ada karena di kawasan kaki Gunung Guntur sebelum meletus pada tahun 1874 silam telah terdapat kehidupan. Dimungkinkan ada peninggalan-peninggalan yang hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait mitos yang disampaikan masyarakat bahwa pada saat tertentu batu tersebut menangis dan mengeluarkan air mata, Warjita menyatakan hal itu hanya informasi pendukung.
Batu unik yang ditemukan di kolam yang mengering tersebut berada dekat kawasan obyek wisata Cipanas Tarogong Garut atau berada di kaki gunung Guntur. Di kampung terdekat, Kampung Pananjung, banyak ditemukan batu-batu ukuran besar yang merupakan hasil letusan gunung Guntur sekitar tahun 1800-an.
(try/try)











































