Visa & Screening WNI di Australia Bisa Diperketat

Visa & Screening WNI di Australia Bisa Diperketat

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 06:24 WIB
Jakarta - Peristiwa peledakan bom di Kedubes Australia dinilai akan berdampak pada WNI yang tinggal dan akan berkunjung ke negeri kangguru tersebut. Negara pimpinan John Howard itu disinyalir akan makin memperketat perberian visa kepada WNI, termasuk melakukan screening terhadap WNI yang tinggal di sana."Kemungkinan dampaknya adalah kecurigaan terhadap WNI yang lebih besar. Dan Australia akan makin tidak nyaman terutama kepada WNI yang akan pergi ke sana," kata pengamat hubungan internasional dari CSIS Bantarto Bandoro dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/9/2004).Menurutnya, kedatangan Presiden Megawati beserta jajarannya ke lokasi kejadian adalah wujud Indonesia memberi perhatian dalam kasus ini. "Meski tidak akan sampai berdampak pada pemutusan hubungan diplomatik, kita tetap tidak ingin hubungan memburuk. Itu yang ingin dilihatkan Megawati saat berkunjung ke lokasi peledakan," kata Bantarto.Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus konsisten dalam kebijakan antiterorisme. "Kita sudah tidak bisa lagi memilih dengan negara mana saja yang akan diajak bekerja sama memerangi teroris," tukasnya.PM Australia John Howard yang sesaat setelah kejadian langsung mengeluarkan sikap, peneliti senior CSIS ini menilai bahwa hal tersebut bukanlah suatu bentuk ancaman bagi Indonesia. "Itu hanya menunjukkan bahwa Australia lebih sigap dan bukan bermaksud mengancam," tuturnya.Meski, papar Bantarto, adanya kejadian menyedihkan tersebut telah memberi stimulasi Australia untuk berperan dominan dalam pemberantasanan terorisme di asia pasifik. "Kondisi ini memang sudah tidak bisa dihindarkan karena adanya peristiwa itu, negara kita akan makin dimonitor terus. Dan ruang gerak pemerintah juga akan makin kecil," tandasnya. (sss/)



Berita Terkait