TKP Dipagari Triplek, Lalin Kedubes Australia Dibuka
Jumat, 10 Sep 2004 02:46 WIB
Jakarta - Lokasi ledakan di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan dipagari triplek. Sedangkan lalu lintasnya sudah dibuka.Pukul 01.30 WIB, Jumat (10/9/2004), lalu lintas di depan lokasi bom sudah mulai lancar. Jalur cepat di depan Pasar Festival menuju Mampang sudah dibuka, sebelumnya ditutup.Namun sepanjang jalan Teuku Umar, Imam Bonjol, hingga ke Kedubes Australia ditutup. Police line tampak dibentangkan dari Kedubes Australia hingga RS MMC Kuningan. Kendaraan harus memutar di Pasar Festival.Di sepanjang lokasi ledakan ditutup pagar triplek setinggi 2,5 meter sepanjang 200 meter. Persisnya mulai dari 100 meter kiri hingga 100 meter kanan di depan Kedubes Australia, baik di jalur cepat maupun lambat.Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gufron dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Bagus Ekodanto yang masih berada di lokasi saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak tahu sampai kapan pagar akan dipasang.Begitu saat ditanya soal ketinggian pagar triplek. "Tanya saja sama tukangnya," tukas Gufron.Menurut informasi seorang polisi yang tidak mau disebutkan namanya, pagar triplek tetap dipasang untuk beberapa hari ke depan, untuk kepentingan penyelidikan.Sementara mulai pukul 00.00 WIB, terlihat 6 warga asing turun dari 2 mobil, kemudian melakukan penyelidikan di TKP. Kemungkinan dari Australian Federal Police (AFP). Namun Gufron yang dikonfirmasi wartawan mengaku belum tahu tentang adanya AFP.Namun lagi-lagi berdasarkan informasi polisi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, keenam pria warga asing itu memang berasal dari satuan khusus atau expert AFP yang bertugas melakukan penyidikan di TKP. Mereka baru saja tiba bersama rombongan Menlu Australia Alexander Downer.Wartawan tidak bisa melakukan konfirmasi terhadap keenam expert AFP itu. Sebab mereka berada di dalam police line. Sedangkan wartawan tidak diperkenankan melintasinya.Sementara puluhan warga masih berkerumun untuk menyaksikan puing-puing ledakan bom di lokasi kejadian. Namun sekitar pukul 02.45 WIB, mereka berangsur-angsur meninggalkan lokasi.
(sss/)











































