Pada Jumat (5/10) lalu KRL Commuter Line anjlok di Stasiun Cilebut akibat rel yang gompal. Hari ini di sekitar lokasi yang sama, terjadi retakan pada tanah yang menghambat jalannya KRL.
"Tadi pukul 03.00 WIB, ada retakan tanah, tanahnya labil, sehingga mengganggu perjalanan kereta," ujar Kahumas PT KAI Daops I, Mateta Rijalulhaq, saat dikonfirmasi Rabu (10/10/2012) pukul 06.45 WIB.
Akibatnya, lanjut Mateta, KRL yang melintas harus mengurangi kecepatannya. Hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mateta mengatakan tanah retak tersebut akibat masuknya musim penghujan setelah kemarau panjang. Pihaknya sudah memperbaiki lokasi tanah yang retak disekitar rel di stasiun Cilebut tersebut. Saat ini tidak ada hambatan yang berarti selain sedikit keterlambatan jadwal dari Bogor menuju Jakarta.
"Tidak ada hambatan. Kita kawal terus," jelasnya.
Sementara itu Ndin seorang penumpang yang naik dari Stasiun Bojong Gede mengaku dirinya sempat menunggu lama KRL menuju Jakarta. Informasi yang dia terima dari petugas stasiun Bojong Gede, KRL mengalami keterlambatan karena ada tanah longsor.
"Saya naik di stasiun bojong gede, mendengar informasi dari petugas stasiun bahwa kereta mengalami keterlambatan dari Bogor. Informasinya ada tanah longsor di Staisun Cilebut," ungkapnya.
(ega/ega)
