Tetangga Kompol Novel di Semarang Gelar Doa Bersama

Tetangga Kompol Novel di Semarang Gelar Doa Bersama

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 10 Okt 2012 00:40 WIB
Tetangga Kompol Novel di Semarang Gelar Doa Bersama
Semarang, - Lantunan doa terdengar dari sebuah masjid bernama Al-Jannah di kampung Sumur Umbul RT 05 RW 05 Kelurahan Melati Baru, Kecamatan Semarang Timur. Dalam doa-doa yang dikumandangkan puluhan orang itu terdengar sebuah nama yang saat ini sedang ramai dibicarakan, Novel Baswedan.

Di lahan masjid Al-Jannah, sebelumnya berdiri sebuah rumah bernomor 84 milik keluarga Baswedan. Di sanalah Novel kecil dibesarkan hingga bisa masuk ke akademi kepolisian. Keluarga Baswedan dikenal warga sebagai keluarga yang dermawan dan akrab dengan tetangganya, oleh karena itu warga Sumur Umbul pun tergerak untuk menggelar doa bersama Sholat Hajat di masjid hasil wakaf keluarga Baswedan.

"Beliau mempunyai loyalitas tinggi terhadap lingkungan. Membantu warga bahkan tanpa dimintai tolong," kata salah satu warga, Widodo di masjid Al-Jannah, kampung Sumur Umbul, Semarang, Selasa (9/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Novel Baswedan mencuat setelah upaya penjemputan paksa dirinya oleh Polri di gedung KPK, Jumat (5/10) malam. Novel dijemput karena alasan penyelesaian kasus penembakan tersangka pencurian sarang burung walet tahun 2004 di Bengkulu. Dalam pidato Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penanganan kasus tersebut dari segi timing tidak tepat. Meski demikian masih ada kemungkinan Polri masih akan memperkarakannya.

"Oleh sebab itu kami salah satu putra terbaik Sumur Umbul agar diberi kelancaran dalam membasmi korupsi," kata Widodo usai istighozah.

Ia pun menceritakan kisah Novel yang menolong seorang warga dari peristiwa salah tangkap oleh polisi sekitar tiga tahun yang lalu. Saat itu salah satu warga Sumur Umbul ditangkap polisi karena diduga sebagai pencopet, saat itu Novel langsung bertindak dan membantu warga tersebut agar terlepas dari tuduhan.

"Mas Novel itu paling tidak suka dengan tindakan menzolimi orang lain," ujar Widodo.

Dukungan terhadap Novel terus datang sejak 5 Oktober lalu dari keluarga besar, tetangganya di Semarang bahkan teman-temannya semasa sekolah di SMAN 2 Semarang lewat jejaring sosial Facebook.

(ega/ega)


Berita Terkait