Menlu: RI Terima 15 Pernyataan Simpati Negara Asing

Menlu: RI Terima 15 Pernyataan Simpati Negara Asing

- detikNews
Jumat, 10 Sep 2004 00:25 WIB
Jakarta - Sebanyak 15 pernyataan duka cita dan simpati negara asing telah diterima Indonesia atas peledakan bom di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan."Sejauh ini sudah 15 pertanyaan yang kita terima dari pemerintah asing atas peristiwa bom Kuningan. Umumnya pernyataan duka cita dan simpati. Ada juga yang menegaskan kembali, terorisme musuh bersama."Demikian disampaikan Menlu Hassan Wirayudha dalam jumpa pers usai Rakor Polkam di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (9/9/2004) malam."Australia yang paling concern dan prihatin, karena kejadiannya di Kedubes mereka. Sejak pukul 13.00 WIB, saya sudah melakukan kontak telepon dengan Menlu Australia Alexander Downer. PM Australia John Howard juga saya dengar sudah bicara dengan Presiden Mega. Tapi isi pembicaraannya saya belum tahu," tuturnya.Dalam perbincangannya dengan Downer, lanjut dia, ada kebersamaan, yaitu sama-sama mengutuk serangan tersebut. Australia juga menawarkan untuk melakukan kerja sama untuk mengatasi kejadian ini."Pemerintah Australia menawarkan mengirimkan polisi khusus membantu Polri. Pukul 22.10 WIB, Menlu Downer sudah tiba di Indonesia disertai AFP (Australian Federal Police) dan sejumlah expert ke Indonesia. Kami mendapat respons positif dari Australia," kata Hassan.Ada deportasi terhadap WNI di Australia? "Saya bantah. Tidak benar ada warga kita yang dideportasi, apalagi diekstradisi seperti diberitakan beberapa media. Warga Indonesia di Australia justru bingung dengan berita-berita di Indonesia. Konsulat kita di Australia sudah mengumpulkan WNI dan memberikan keterangan yang membantah sikap antipati warga Australia kepada Indonesia," tukasnya.Sudah ada tanggapan dari AS? "Belum ada informasi. Berdasarkan perbedaan waktu, mereka saat ini baru saja memulai aktivitas," katanya."Dalam mengatasi peristiwa bom Kuningan, bantuan dari expert apakah akan kita terima atau seperti apa bentuknya, baru kita ketahui besok," demikian Hassan. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads