Bom di Kedubes Australia
Hari: Jangan Spekulasi Pelakunya
Jumat, 10 Sep 2004 00:15 WIB
Jakarta - Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno meminta jangan ada yang berspekulasi siapa pelaku bom di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan."Jangan berspekulasi siapa yang berbuat dan menimbulkan keresahan ini. Beri kesempatan aparat untuk investigasi secara tepat, intensif, dan lengkap. Baru setelah ada hasil, bisa diketahui siapa pelakunya."Demikian disampaikan Hari dalam jumpa pers usai Rakor Polkam di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (9/9/2004) malam.Turut hadir Menko Kesra Ad Interim Malik Fadjar, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi, Meneg Kominfo Syamsul Muarif, Menkes Ahmad Sujudi, Menlu Hassan Wirayudha, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani."Bom high explosive terjadi di depan pintu gerbang Kedubes Australia pukul 10.30 WIB. Kami atas nama pemerintah ikut berduka cita atas korban tewas. Semoga arwahnya diterima Tuhan. Kita sangat mengutuk, menyesal dan prihatin atas peristiwa ini," ujar Hari."Ini adalah perbuatan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan teroris. Kami harap masyarakat tenang, melakukan tugasnya sehari-hari. Namun tetap waspada, menjaga stabilitas keamanan, dan ikut berperan mengatasi amsalah ini. Harap masyarakat untuk menginformasikan kepada aparat apabila mengetahui ciri-ciri pelaku," lanjutnya.Ditanya mengenai antisipasi jelang Pilpres putaran dua, Hari meminta masyarakat jangan terpengaruh banyak. Melainkan tetap mempersiapkan diri menghadapi Pilpres, dan percaya aparat keamanan bisa melakukan pengamanan."Walaupun ada tragedi bom, secara umum situasi negeri ini relatif terkendali. Bahkan meskipun ada isu bom di 6 titik lainnya di Jakarta hari ini, bahkan ada yang di Medan. Tapi itu hanya isu. Tapi isu ini kita sikapi secara proporsional agar tidak terpengaruh," ujarnya.Hari berharap media ikut menenangkan suasana. Dia berharap masalah tersebut dapat segera diatasi dan keamanan terjaga agar berjalan seperti sedia kala, lancar dan tertib."Masyarakat jangan terprovokasi, terpengaruh hal-hal yang bersifat spekulatif. Kami harap masyarakat Indonesia maupun masyarakat asing di Indonesia percaya aparat keamanan bisa menjaga keamanan siapa pun di Indonesia," tukas Hari.Langkah selanjutnya di bidang politik? tanya wartawan. "Langkahnya nanti, sekarang kita cari bukti dulu," kilah Hari.Rabu malam Anda bilang travel warning AS agar warganya tidak ke Indonesia terkait bahaya terorisme itu terlalu berlebihan. Tapi kenyataannya Kamis siang ada bom. Pemerintah kecolongan? desak wartawan."Kalau pemerintah kecolongan, berarti semua masarakat Indonesia kecolongan. Tapi jangan bawa istilah kecolongan itu," sergah Hari dengan nada tinggi.
(sss/)











































