"Perbaikan ini merupakan bentuk dari pemeliharan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran operasional TransJakarta. Pengerjaan proyek dilakukan sejak awal September lalu," ujar Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benhard Hutajulu melalui siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (9/10/2012).
Benhard mengatakan, perbaikan dilakukan pada lima halte di koridor I (Blok M-Kota), satu halte di koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu), satu halte di koridor III (Kalideres-Harmoni), dan satu halte di koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benhard juga mengatakan, khusus untuk halte Cawang UKI, yang selama ini hanya menampung satu bus single, dirancang untuk menampung dua bus gandeng.
"Karena selama ini hanya menampung satu bus single. Desain halte dirubah menjadi memiliki tiga pintu untuk mengakomodir bus gandeng. Perbaikan halte ini juga meliputi pada selasar dan kanopi JPO," katanya.
Selain perbaikan halte, lanjutnya, seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terhubung dengan halte koridor 1 sampai koridor 10 juga diperbaiki. Seluruh perbaikan ini menelan anggaran hingga miliaran rupiah.
Β
"Anggaran untuk perbaikan halte busway di koridor I sebesar Rp 8,3 miliar. Sementara di koridor III mencapai Rp 1,072 miliar, koridor VI sebanyak Rp 3,6 miliar, dan koridor VII sebesar Rp 1,7 miliar," katanya.
Anggaran sebesar itu dikarenakan tidak semua halte cocok dengan bus gandeng. Sehingga harus ada penyesuaian kembali. "Terlebih beberapa halte luasnya terbatas," katanya.
Rencana perbaikan sarana publik ini pun ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
"Tahun ini ditargetkan rampung perbaikannya. Setiap halte perbaikannya tidak merata. Ada yang hanya kanopi saja, plat, dan mengecat ulang," jelasnya.
(jor/ega)











































