Penangkapan pertama dilakukan Densus 88 di Jl Kangkung, Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 15.30 Wit. Di lokasi ini Densus menangkap seorang pria berusia 27 tahun atas nama Imron.
"Yang bersangkutan merupakan alumni Shahada Boyolali," kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (9/10/2012).
Imron menjadi target tim Densus karena diduga sebagai fasilitator peserta latihan ala militer kepada kelompok teroris di sekitar Sulawesi Tengah. Pria yang bekerja sebagai petani ini juga diduga menjadi kurir kelompok teror Santoso yang kini menjadi buron kepolisian.
"Yang bersangkutan juga membeli senjata api, belajar merakit bom di kelompok Badri dan Toriq, dan berulang kali melakukan fa'i di wilayah Sulteng atas perintah Santoso," papar Suhardi.
Dalam kegiatan fa'i, Imron diketahui menggunakan senjata api revolver. Di hari yang sama, Densus 88 juga menangkap Sopian alias Acong di Jl Pulo Mangga RT 03/04, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok. Penangkapan dilakukan pada pukul 19.00 Wib.
"Sopian diduga terkait bom Beji," kata Suhardi.
(ahy/mpr)











































