"Keberangkatan ke Belanda itu pemborosan anggaran keuangan negara," kata Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Sudarno, kepada detikcom di Samarinda, Selasa (9/10/2012).
Keberangkatan 36 pejabat ke Belanda hingga akhir September 2012 lalu, kini menjadi isu hangat pemberitaan media massa lokal di Kaltim. Keberangkatan itu dinilai tidak memberi manfaat bagi masyarakat Kaltim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak punya sense of crisis. Ada 254.700 jiwa masyarakat Kaltim yang masih sangat memerlukan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," tegas Sudarno.
"Ke depan, tidak boleh lagi dilakukan. Pangkas semua perjalanan dinas pejabat yang tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan urusan rakyat," ujar Sudarno.
Masih menurut Sudarno, puluhan pejabat yang berangkat itu, kalaupun tetap ngotot berangkat untuk urusan yang penting, tidak perlu beramai-ramai.
"Keberangkatan itu ya sebenarnya tidak nyambung dengan urusan rakyat. Rombongan 36 pejabat itu kan nggak harus seperti rombongan sirkus," tegas Sudarno.
Dikonfirmasi detikcom terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Irianto Lambrie menegaskan, keberangkatan ke Belanda telah melalu prosedur dan berdasar pada aturan.
"Tidak ada masalah, keberangkatan itu legal. Ada aturannya yang memperkenankan dan ada izinnya. Lantas apa yang dipersoalkan?" kata Irianto.
"Itu agenda dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait program investasi dan pariwisata dan Kalimantan sebagai pesertanya. Sebelumnya, sudah kita usulkan ke Mendagri yang kemudian diteruskan ke Setneg untuk dapat izin ke Belanda itu," ujar Irianto.
Irianto juga membantah telah memboroskan keuangan negara. Menurut dia, penggunaan APBD untuk ke Belanda, sudah disusun dalam APBD dan disetujui wakil rakyat.
"Itu sudah direncanakan tahun sebelumnya dan sudah persetujuan DPRD, bukan anggaran yang tiba-tiba kita gunakan untuk ke Belanda," terangnya.
"Ada juga dari Pemprov Kalteng, Kalsel, Kalbar. Jadi memang untuk tahun ini, provinsi dari Kalimantan yang mengisi acara di Belanda itu," tutupnya.
Sekadar diketahui, selama 3 pekan, sebanyak 36 pejabat di Kaltim secara bergiliran berangkat ke Belanda, pada tanggal 10-23 September 2012 lalu. Di negara itu, secara bergantian menghadiri Pameran Venio 2012 Holland World Expo yang diikuti 43 negara.
Dari 36 orang, sebanyak 17 orang dari pejabat Pemprov, termasuk Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak dan juga Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Irianto Lambrie. Sisanya berasal dari pejabat Pemkot Samarinda, Bontang dan Balikpapan. Di Belanda, Kaltim mempromosikan Kaltim di hadapan negara-negara lainnya.
(try/try)











































