Ingin Temui Klien, Syaifuddin Terhadang Bom
Kamis, 09 Sep 2004 20:47 WIB
Jakarta - Kisah Syaifuddin memang memprihatinkan. Sebenarnya, pagi tadi dia ingin menemui kliennya. Namun sesampai di depan Kedubes Australia, ledakan bom menghadangnya. Syaifuddin, yang tidak berdosa, pun tewas. Sekujur tubuhnya penuh luka. Bukan itu saja, jenazahnya tampak hitam legam, seperti terbakar. Wajahnya susah dikenali. Pun oleh orang tuangnya, H Masduri. Teman-teman satu kantor di BII Finance juga ragu pada awalnya. Mereka tidak yakin, Syaifuddin ikut menjadi korban tewas bom di Kedubes Australia itu. Masduri sebenarnya tidak yakin seratus persen bahwa jenazah yang terbujur di kamar mayat RSCM itu adalah anaknya yang berumur 32 tahun itu. Namun, karena teman-temannya menceritakan cirri-ciri pakain yang dikenakan Syaifuddin, akhirnya Masduri pun yakin. "Sebenarnya saya tidak yakin. Tapi, sepatu, helm, dan motor anak saya dikenali oleh teman-temannya, maka saya yakin. Dari siang, perasaan saya juga tidak enak," ungkapnya. Seorang rekan almarhum di BII Finance, Tri Putra Dani, juga menceritakan kisah Syaifuddin. Dani, sebenarnya sudah curiga, jangan-jagan teman karibnya itu menjadi korban bom. "Saya hubungi HP-nya sampai sore, tapi tidak selalu nyambung," kata Dani. Padahal, kata dia, Syaifuddin pada pagi hari tadi akan menemui klien di gedung Great River yang terletak di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan. Seperti biasa, saat pergi menemui kliennya, Syaifuddin yang bekerja sebagai surveyor menggunakan sepeda motor kesayangannya, Kawasaki KZR. Dani hapal betul mengenai motor, helm, dan sepatu Syaifuddin. Maka itu, karena sejak sing hingga sore tidak bisa ditelepon, Dani pun menuju lokasi bom. Betapa kagetnya dia. Dia melihat bangkai motor Syaifuddin teronggok di pinggir jalan, bersama bangkai-bangkai sepeda motor lainnya. "Saya langsung ke RSCM untuk memastikan apakah Syaifuddin menjadi korban tewas," kata Dani saat ditemui detikcom di RSCM, Kamis (9/9/2004) malam. Dia sudah melihat jenazah yang dia yakini jenazah Syaifuddin pada sore tadi. Namun, dia tidak bisa memastikan sampai ayah Syaifuddin datang. Kini, Syaifuddin telah tiada. Syaifuddin meninggalkan isteri tercintanya, bernama Nur Komariyah dan dua orang anaknya yang masih kecil-kesil. Anak pertama berumur lima tahun dan anak kedua berumur 8 bulan. Kini kedua anak kecil itu menjadi yatim, akibat perbuatan biadab orang yang tidak bertanggung jawab.
(asy/)











































