Bom di Kedubes Australia
Eva Tewas, Anak Kandung Kritis
Kamis, 09 Sep 2004 20:16 WIB
Jakarta - Bom di Kedubes Australia menyisakan kisah duka bagi banyak orang tak berdosa. Keluarga Maria Eva Komalawati termasuk yang paling tersayat hati mereka. Eva meninggal dan anak kandungnya kritis. Maria Eva, ibu berusia 30 tahun. Dia ditemukan tewas saat berada di depan Kedubes Australia. Saat dievakuasi, Eva tampak berdampingan dengan anak kandungnya, Elizabet yang baru berusia 5 tahun. Sebelum dievakuasi, Eva dan Elizabeth tampak terkapar di depan gerbang Kedubes Australia. Sekujur tubuh mereka luka. Begitu dibawa ke RS MMC, Maria Eva diketahui tewas dan Elizabeth dalam keadaan koma. Kini, jenazah Eva telah dibawa keluarganya pulang ke rumahnya di Perumahan Binong Permai, Curug, Tangerang. Sedangkan si kecil Elizabeth masih dirawat secara intensif di RS MMC, Jakarta. Emi, kakak kandung Eva, saat mengambil jenazah Eva tampak menangis histeris. Dia juga memegangi foto Elizabeth yang tampak berwajah imut-imut itu. "Eva, maaafkan kakakmu ini," kata Emi kepada wartawan di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2004) malam. "Tolong doakan agar Elizabeth sehat kembali, karena saat ini masih koma di RS MMC," imbuhnya. Ketika ditanya sebenarnya ada keperluan apa Maria Eva datang ke Jl. Kuningan, Emi mengaku tidak tahu persis. Namun, dia menjelaskan, saat ini Eva hanyalah ibu rumah tangga. "Dia ingin mencari kerja," kata Emi sedih.
(asy/)











































