Antusiasme terlihat di KPK. Begitu Presiden SBY selesai menyampaikan pidato, sejumlah wartawan yang menggelar nonton bareng di ruang wartawan KPK, Jl Rasuna, Said, Kuningan, Jakarta, Senin (8/10) malam, segera meminta konfirmasi juru bicara KPK Johan Budi.
Johan enggan memberikan keterangan. Dia menyerahkannya kepada pimpinan KPK. Pidato Presiden SBY selesai pukul 21.00 WIB. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto baru memberikan keterangan 40 menit kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sekitar 20 menit Bambang menemui wartawan. Dia juga berbicara soal Novel Baswedan yang tetap akan bertugas di KPK, menyidik kasus simulator SIM. Tak lupa, Bambang juga menghargai sikap legowo kepolisian.
"Kami juga menghargai dan mengapresiasi dengan sikap yang diambil Kapolri. Itu menunjukkan sosok penegak hukum yang mumpuni, bijak dan profesional," puji Bambang.
Nah, kondisi yang berbeda terjadi di markas kepolisian. Sejak sore, suasana Mabes Polri sudah sepi. Hingga pukul 20.00 WIB, hanya beberapa wartawan saja yang tersisa. Saat mencoba meminta pendapat atas pidato SBY, tak ada pihak Humas Mabes Polri yang bisa mengkonfirmasi.
Pernyataan hanya disampaikan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Istana Negara. Timur menyebut, Polri siap melakukan koordinasi.
"Intinya arahan Bapak Presiden kita laksanakan dan kita berkoordinasi dengan KPK," kata Timur usai mendengar pidato SBY.
Sejauh ini pernyataan hanya sebatas dari Timur saja. Belum ada pernyataan dari Mabes Polri lagi. Divisi Humas Mabes Polri hingga pagi ini tutup mulut.
Padahal sebelumnya sejumlah jenderal polisi rajin memberikan pernyataan kepada pers. Mulai dari Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna hingga Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman yang siap bertanggung jawab atas penyidikan terhadap Kompol Novel Baswedan terkait peristiwa yang terjadi 8 tahun lalu.
Soal penyidikan Novel ini juga disinggung Presiden SBY. SBY menyesalkan penyidikan terhadap Novel karena timingnya dianggap tidak tepat.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Albertus Julius Benny Mokalu saat dikonfirmasi soal penyidikan pun enggan berkomentar. "Saya tidak bisa berbicara ditelepon. Saya tidak kenal Anda," jawab Benny lalu menutup telepon, Selasa (9/10/2012).
(ndr/nrl)











































