Siswi di Depok, Jabar, yang dipecat setelah tidak masuk selama dua pekan karena diculik dan diperkosa kenalan Facebook, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Komnas Perlindungan Anak (PA), dan DPRD mendatangi SMP-nya.
Disdik mengajak keluarga siswi ke sekolah, Selasa (9/10/2012). Ikut bersama rombongan itu salah satu perwakilan KPAI, Beni Batubara.
Tak berapa lama, tiga anggota DPRD Kota Depok, Lilis Latifah, Siti Nurjannah, dan Femmy Merry, menyusul ikut dalam pertemuan tertutup itu. "Kami datang untuk memantau masalah ini. Bila memang betul ada pemecatan siswa ini tidak dapat dibenarkan," ujar Lilis Latifah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, pertemuan masih berlangsung di ruang kepala sekolah. Aktivitas belajar mengajar berjalan normal. Belum ada pihak sekolah yang dapat dikonfirmasi.
Kasus ini bermula saat siswi berusia 14 tahun dikeluarkan dalam upacara bendera, Senin (8/10/2012) kemarin. Pihak sekolah beralasan siswi tersebut tidak masuk sekolah selama dua minggu. Selain itu, orangtua siswi tidak berinisiatif melapor ke sekolah.
Siswi tersebut dilaporkan hilang sejak Jumat (22/9/2012). Ia ditemukan di Terminal Depok, Minggu (30/9/2012). Selama menghilang, ia mengaku diperkosa kenalan di Facebook dan hendak dilarikan ke Batam.
(trw/nrl)











































